ADVERTISEMENT

Kamis, 14 Jul 2022 12:31 WIB

Singapura Catat Kasus Cacar Monyet Baru, Pasien Alami Gejala di Anus

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Monkeypox virus Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/kontekbrothers
Jakarta -

Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan adanya kasus lokal kedua infeksi cacar monyet atau monkeypox pada Rabu (13/7/2022) kemarin. Pasien ini merupakan warga negara Inggris yang tinggal di Singapura berusia 48 tahun.

"Dia saat ini dirawat di National Center for Infectious Diseases (NCID) dan kondisinya stabil," kata Kemenkes Singapura dalam laman resminya, yang dikutip dari Channel News Asia, Kamis (14/7).

Pria yang tidak disebutkan identitasnya itu mengalami gejala ruam di daerah perianal, yaitu bagian tubuh di sekitar anus pada 6 Juli lalu. Kemudian, ia mengalami gejala demam pada 11 Juli, dan baru mencari pertolongan medis pada 13 Juli.

Untuk mencegah bertambahnya kasus cacar monyet ini, pihak kementerian kesehatan akan melakukan pelacakan kontak orang-orang yang mungkin terkait dengan kasus ini.

Sejauh ini, sudah ada lima kasus cacar monyet di Singapura sejak bulan Juni. Sebanyak tiga di antaranya adalah kasus impor dan dua kasus lokal.

"Penularan terjadi ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan virus melalui hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi," kata Kemenkes Singapura.

"Tidak ada perawatan atau vaksin spesifik yang terbukti atau aman yang tersedia untuk infeksi cacar monyet," imbuhnya.



Simak Video "Kemenkes Beberkan Gejala Khusus dari Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT