Yang Disorot Pakar Farmasi Terkait Heboh 'Obat Bius' Dijual di Lapak Online

ADVERTISEMENT

Yang Disorot Pakar Farmasi Terkait Heboh 'Obat Bius' Dijual di Lapak Online

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Jumat, 15 Jul 2022 12:31 WIB
Kacau! 5 Pegawai Ini Taruh Racun dan Sperma di Makanan Rekan Kerjanya
Viral penjualan 'obat bius' di lapak online. (Foto ilustrasi: Site Tagged/iStock)
Jakarta -

Media sosial kembali dihebohkan dengan penjualan 'obat bius' yang dijual di lapak online. Bermula dari seorang netizen yang membagikan tangkapan layar penjualan obat tidur bius.

Akun netizen tersebut memperlihatkan beberapa 'obat bius' yang diklaim untuk obat penenang hingga obat lelap cepat.

Menanggapi fenomena tersebut, ahli farmasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Zullies Ikawati menyayangkan banyaknya penjual 'obat bius' menggunakan label situs pemerintah.

"Kalau di e-commerce itu banyak yang udah di-takedown ya, tapi kita googling itu banyak yang jual menyebutkan jual obat bius dan ada nomor WhatsApp-nya, pakai situs pemerintah seperti kemenag.go.id atau kemenkes.go.id," ujar Prof Zullies kepada detikcom, Jumat (15/7/2022).

"Selain mencoba jualan di e-commerce resmi, mereka (oknum penjual 'obat bius') mungkin juga meretas mungkin situs-situs resmi pemerintah... Sangat memprihatinkan."

Lebih lanjut Prof Zullies mengingatkan, 'obat bius' yang diklaim sebagai obat penenang ataupun obat lelap cepat bukan termasuk kategori obat, melainkan sebuah racun.

"Ini bukan obat, tapi racun... yang jelas ini mematikan ya (tanpa takaran)," ujarnya.

"Obat bius mungkin pertamanya menidurkan, tapi bius di rumah sakit aja butuh dokter anestesi. Artinya, obat bius harus pakai pengawasan dokter."



Simak Video "Penampakan Obat Sirup yang Disita BPOM, Diduga Tercemar EG-DEG"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT