ADVERTISEMENT

Jumat, 15 Jul 2022 18:00 WIB

Bukan Ketindihan Jin, Ini yang Sebenarnya Terjadi saat Sleep Paralysis

Alethea Pricila - detikHealth
Young girl is waking up again. When the soul leaves the bodyYoung girl is waking up again/file_thumbview/42292548/1 Bukan ketindahan jin, ini yang sebenarnya terjadi saat sleep paralysis. Foto: Getty Images/iStockphoto/sezer66
Jakarta -

Sleep paralysis adalah hal yang biasanya terjadi ketika seseorang sedang tidur. Beberapa orang mengenal fenomena ini dengan sebutan 'ketindihan'. Lalu apakah yang dimaksud dengan sleep paralysis?

Peristiwa sleep paralysis terjadi karena kondisi otak yang masih terjaga di saat tubuh sedang tidur. Faktor penyebab terjadinya sleep paralysis atau 'ketindihan' ini adalah waktu tidur yang kurang.

Menurut Raj Dasgupta, MD, seorang anggota American Academy of Sleep Medicine sleep paralysis terjadi ketika seseorang masuk ke fase rapid eye movement (REM) saat tertidur.

"Terutama saat jet lag. Ketika kamu akhirnya bisa tertidur, tubuhmu terlempar kembali ke tahap yang sangat kamu butuhkan, yakni REM. Semakin lama kamu berada dalam tahap tersebut, semakin besar kemungkinan mengalami sleep paralysis," jelasnya.

Hal ini yang menyebabkan tubuh sulit untuk bergerak sehingga berada dalam kondisi setengah tidur dan mimpi. Oleh karena itu, sering kali seseorang berhalusinasi dengan melihat hal-hal menyeramkan seperti hantu, bayangan hitam, dan lainnya.

Akan tetapi, kondisi ini tidak perlu ditakutkan karena dapat diatasi. Dikutip dari Medical News Today, Jumat (15/7/2022), cara untuk mengatasi kondisi ini bisa dengan menjaga pola waktu tidur selama 6 hingga 8 jam dan mengatur kondisi temperatur dan pencahayaan di dalam kamar.



Simak Video "Bahaya Etilen Oksida yang Bikin Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT