ADVERTISEMENT

Sabtu, 16 Jul 2022 05:00 WIB

Round Up

Viral 'Obat Bius' Dijual Bebas, Bertebaran di OL-Shop hingga Situs Pemerintah

Alethea Pricila - detikHealth
poison 2 Marak jual beli 'obat bius' di internet (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Belakangan masyarakat dibuat heboh dengan postingan akun Twitter milik @ciloqcilik dan Instagram @christine.rvl soal temuan 'obat bius' yang dijual bebas di lapak online. Usut punya usut, iklan 'obat bius' juga eksis di kolom komentar beberapa situs pemerintahan.

Menanggapi kasus tersebut, Lazada buka suara. Pihaknya menyebutkan sudah menerapkan kebijakan pengawalan ketat mengenai produk yang dijual di lapak online tersebut. Tak hanya itu, pihak Lazada juga melakukan antisipasi dengan menutup keyword terkait penjualan obat bius.

"Lazada melarang penjualan produk terlarang di platform dan telah menutup keyword terkait. Kami dari pihak Lazada menganggap isu ini dengan serius dan kami berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan ketat dan menurunkan produk," ucap pihak Lazada dalam keterangan pers, Kamis (14/7/2022).

Hasil penelusuran detikcom, iklan semacam itu ternyata tidak hanya ditemukan di marketplace. Iklan serupa ternyata bertebaran di kolom komentar situs online milik pemerintah seperti, keppkn.kemkes.go.id.

Di situs keppkn.kemkes.go.id milik Kementerian Kesehatan, 'obat bius' dijual dalam bentuk cair, semprot, serbuk, hingga tablet. Iklan obat bius juga sempat ditemukan di situs mrc.kemenag.go.id atau Madrasah Resource Center Kementerian Agama Republik Indonesia, namun belakangan sudah menghilang.

Peredaran 'obat bius' juga mendapat sorotan dari Prof Dr Apt Zullies Ikawati, ahli farmasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia merasa prihatin ada beberapa 'obat bius' yang dijual melalui situs pemerintah.

Tak hanya itu, ahli farmasi tersebut juga menegaskan bahwa sebagian 'obat bius' yang dijual sebenarnya adalah racun. "Ini bukan obat, tapi racun.. yang jelas ini mematikan ya (tanpa takaran)," tegasnya kepada detikcom, Jumat (15/7/2022).



Simak Video "Viral 'Fetish KTP' Diduga Penipuan, Ini Kata Dokter Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT