ADVERTISEMENT

Senin, 18 Jul 2022 14:30 WIB

Jumlah Testing COVID-19 RI Mentok di 80-an Ribu, Ini Alasan Kemenkes

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Naiknya kasus COVID-19 akhir-akhir ini berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah tes swab antigen maupun PCR. Masyarakat ramai-ramai untuk dites swab. Jumlah testing COVID-19 RI mentok di angka 80-an ribu, ini alasan Kemenkes. Foto: Amdhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Jumlah testing COVID-19 di Indonesia dinilai masih rendah, terlebih mendekati pucak gelombang BA.4 dan BA.5 yang diprediksi tercapai pertengahan hingga akhir Juli. Akibatnya, prediksi 20 ribu kasus perhari diyakini akan sulit tercapai.

Pada Minggu (17/7/2022), tercatat hanya ada 80.354 spesimen yang diperiksa. Angka ini bahkan menurun dibanding hari sebelumnya yang mencapai 84.796 spesimen, ketika didapatkan 4.329 kasus positif, Sabtu (16/7/2022).

Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Mohammad Syahril, jumlah testing yang menurun akhir-akhir ini disebabkan pelonggaran pada pelaku perjalanan yang tidak diwajibkan melakukan testing.

"Testing dari 2021 hingga 2022 kebanyakan testing untuk skrining terutama pelaku perjalanan. Sejak Juni 2022 pemerintah telah melakukan pelonggaran dengan tidak mewajibkan pelaku perjalanan melakukan testing," ujarnya dihubungi detikcom, Senin (18/7/2022).

Sementara itu, Brigjen TNI (Purn) Alexander K Ginting, Kasubbid Dukungan Kesehatan (Dukkes) Satgas COVID-19, menyebut beberapa faktor yang ditengarai menjadi penyebab testing COVID-19 terus menurun. Salah satu yang disinggung adalah masyarakat yang enggan tercatat sebagai status 'hitam' di PeduliLindungi.

"Masyarakat khawatir mobilitas terganggu karena hasil tes masuk PeduliLindungi," terang dia saat dihubungi Senin (18/7).

Hal ini juga menjadi sorotan mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama. Ia membandingkan jumlah tes COVID-19 dengan Inggris yang kini bisa mencatat lebih dari 100 ribu kasus COVID-19 per hari dengan jumlah testing yang bisa mencapai 200 ribu per hari.

"Sementara kita tahu di Indonesia jumlah tes masih kurang dari 100 ribu orang per harinya," terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Sabtu (16/7/2022).

Artinya menurut Prof Tjandra, jika ingin mengetahui bagaimana situasi COVID-19 dengan tepat di Indonesia, maka jumlah tes harian kita harus dinaikkan beberapa kali lipat lagi.



Simak Video "Kemenkes Bicara soal WHO Sebut Akhir Pandemi Covid-19 di Depan Mata"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT