ADVERTISEMENT

Senin, 18 Jul 2022 15:00 WIB

Awas, Peneliti Temukan Jejak Virus Cacar Monyet di Air Liur hingga Feses

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
3D illustration. Genetic test in test tube. Peneliti temukan jejak cacar monyet di air liur hingga feses. Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage
Jakarta -

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 14 Juli 2022 di jurnal Eurosurveillance menemukan DNA virus monkeypox pada sampel air liur, feses, urine, dan nasofaring pasien. Penelitian ini dilakukan pada 12 pasien positif cacar monyet di Barcelona, Spanyol.

Sepuluh dari 12 pasien memiliki lesi cacar monyet baik di daerah genital atau dubur mereka. Sebagian besar memiliki DNA virus setidaknya dalam beberapa air mani mereka (tujuh pasien), urine (sembilan pasien), dan feses (delapan pasien).

Namun, perlu diingat menurut penelitian tersebut virus yang ditemukan pada beberapa cairan tubuh pasien tersebut tidak berarti virus itu sepenuhnya aktif. Menemukan DNA virus cacar monyet tidak selalu berarti bahwa seluruh virus aktif ada di sana. Tapi itu juga bisa berarti bahwa hanya ada versi virus yang telah mati atau rusak.

Belum ada temuan lebih lanjut, apakah kontak langsung dengan beberapa cairan manusia tersebut dapat membuat seseorang terinfeksi cacar monyet.

Sebelumnya, penelitian di Italian menemukan virus cacar monyet di sampel air mani pasien. Penelitian ini sempat disorot oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Dalam hal beberapa temuan dalam air mani, seperti yang diterbitkan minggu lalu, ada beberapa pasien di antaranya yang telah diuji air mani untuk virus dan kembali positif," ujar pejabat WHO Catherine Smallwood dikutip dari Newsweek.

Namun, ia menegaskan hingga saat ini risiko penularan virus cacar monyet masih didasari kuat oleh kontak fisik yang sangat dekat.

"Itu tidak mengubah penilaian kami tentang rute transmisi saat ini yang kami lihat saat ini, yang sebagian besar didasarkan pada kedekatan fisik yang sangat dekat antara individu, kontak kulit-ke-kulit, kulit-ke-mulut, dan itulah yang mendorong transmisi saat ini," pungkasnya.

Dihimpun oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), setidaknya ada 1.469 kasus probable atau dikonfirmasi di Amerika Serikat pada hari Jumat (15/7/2022), dan 12.556 kasus yang dikonfirmasi di 68 negara.

Dikutip dari CDC, cacar monyet atau monkeypox menular dari orang ke orang melalui beberapa jalur:

  1. Kontak langsung dengan ruam, koreng, dan cairan tubuh
  2. Lendir dan droplet pernapasan, kontak face to face, maupun selama kontak intim seperti ciuman, berpelukan, dan berhubungan seks
  3. Sentuhan langsung pada benda-benda yang sebelumnya berkontak dengan ruam atau cairan tubuh
  4. Ibu hamil bisa menularkan virus ke janin melalui plasenta


Simak Video "Kemenkes Beberkan Gejala Khusus dari Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT