ADVERTISEMENT

Senin, 18 Jul 2022 22:21 WIB

Pakar IPB Yakin BPA Tak Bermigrasi ke Galon Isi Ulang karena Sinar Matahari

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ilustrasi Galon Air Mineral Foto: shutterstock
Jakarta -

Pakar pangan sekaligus dosen di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan SEAFAST Center, Institut Pertanian Bogor (IPB) menyebut sinar matahari tidak berpengaruh pada migrasi bisfenol A (BPA). BPA merupakan senyawa kimia yang terdapat di bahan plastik polikarbonat, belakangan dikhawatirkan berpindah ke air minum dan berisiko dikonsumsi secara tidak sadar.

"Untuk ketahanan panasnya, galon guna ulang yang berbahan polycarbonat itu jauh lebih tahan panas dibanding galon PET. Yang kemarin itu kan diberitakan bahwa jadi berbahaya karena mengangkutnya dipapar matahari," ujar Peneliti IPB Dr Nugraha E Suyatma, STP, DEA Nugraha Edhi Suyatma dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Selasa (10/7/2022).

"Sebenarnya nggak akan ada pengaruh apa-apa itu, karena sampai suhu 80 derajat saja polikarbonat masih tahan," lanjut dia.


Ia juga menepis kekhawatiran terkait migrasi BPA yang disebut bisa terjadi saat ada goncangan di proses distribusi. Menurutnya, selama galon isi ulang polikarbonat tidak pecah, tidak ada risiko migrasi BPA.

Nugraha melanjutkan, hingga kini ia meyakini tidak ada bukti ilmiah air minum yang dikemas dalam bahan plastik polikarbonat berbahaya bagi kesehatan. Dalam kesempatan yang sama, pakar teknologi pangan lain dari IPB, dr Eko Hari Purnomo menyebut BPA memang dipakai untuk galon air minum dengan produk yang keras, kaku, transparan, mudah dibentuk, dan relatif tahan panas.

"Tapi, berdasarkan data-data yang ada, penggunaan kemasan guna ulang itu tidak banyak menimbulkan risiko kesehatan, terutama dari sudut pandang BPA-nya. Apalagi untuk produk air, itu potensinya kecil sekali," kata Eko.

Eko mengaku heran dengan kekhawatiran migrasi BPA yang belakangan ramai dibicarakan lantaran risiko migrasi tersebut menurutnya sangat kecil dan nyaris tidak ada. "Kalau kita coba cari literatur yang mencoba menggali pelepasan atau migrasi BPA dari kemasan galon guna ulang, saya melihatnya kemungkinan besar sedikit sekali atau bahkan tidak ada," kata dia.



Simak Video "Aktivis Lingkungan Kritisi Penggunaan Galon Sekali Pakai"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT