ADVERTISEMENT

Sabtu, 23 Jul 2022 10:00 WIB

Kemenkes RI Ungkap Rencana Kapan Vaksin Booster Kedua, Prioritas Buat Siapa?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Ilustrasi vaksin booster (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril menyebut pemerintah kini sedang merencanakan vaksinasi COVID-19 booster kedua atau dosis keempat. Program ini kemungkinan ditekan apabila pandemi berlangsung dalam waktu yang lama.

Rencana ini berdasarkan perhitungan dan pandangan para ahli. Namun, kapan akan diberlakukannya masih menunggu arahan ITAGI. Syahril juga menyebut pertimbangan vaksin COVID-19 booster kedua ini belum bisa diputuskan dalam waktu dekat.

"Beberapa negara ada yang sudah memulai vaksinasi booster kedua, tetapi belum semua, karena seperti kita, dia vaksinasi booster pertamanya saja belum terpenuhi," kata Syahril, Jumat (22/7/2022).

"Tetapi perencanaan itu sudah ada. Pertimbangannya dari apa? Pandemi ini kan jangka panjang, sementara masa aktif antibodi setelah 6 tahun itu kan berkurang atau menurun," sambung dia.

Siapa Saja yang Dapat Vaksin Booster Kedua?

Syahril mengungkapkan vaksin booster kedua atau dosis keempat ini akan diberikan terlebih dahulu pada kelompok rentan, seperti lanjut usia tenaga kesehatan, hingga mereka yang melayani publik.

"Sehingga apabila nanti pandemi terjadi berkepanjangan, maka ada suatu rekomendasi dari berbagai pihak untuk vaksinasi booster kedua khususnya pada kelompok berisiko contohnya lansia, tenaga kesehatan, dan yang melayani publik," ungkap Syahril.

Syahril menekankan vaksinasi booster COVID-19 memang tidak mencegah seseorang dari penularan virus, tetapi terbukti ampuh melawan risiko bergejala COVID-19 berat sehingga tidak perlu memerlukan perawatan RS. Dari total kasus aktif COVID-19 di gelombang baru, mayoritas pasien Corona hanya menjalani isolasi mandiri.

Angka kasus kematian COVID-19 juga konsisten rendah di bawah 10 kasus per hari. Hal ini menandakan vaksin COVID-19 efektif mencegah kedua risiko tersebut. Karenanya, dr Syahril menghimbau untuk segera memperkuat antibodi melawan COVID-19 dengan vaksinasi booster.



Simak Video "Pakar Sebut Vaksin Dosis Keempat untuk Nakes Bisa Dipertimbangkan"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT