ADVERTISEMENT

Sabtu, 23 Jul 2022 14:31 WIB

Kemenkes Ungkap Gejala 4 Pasien 'Centaurus' BA.2.75 di Indonesia

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Hospital COVID
Healthcare workers during an intubation procedure to a COVID patient Foto: Getty Images/Tempura
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI hingga kini mencatat total ada empat kasus BA.2.75 yang ditemukan. Subvarian Omicron yang dijuluki 'Centaurus' itu pertama kali diidentifikasi pada Minggu (17/7/2022).

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu keempat kasus tersebut merupakan perempuan dengan beragam usia. Ada pasien yang sudah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap hingga tiga dosis.

Berikut detail lengkap gejalanya

1. Bali: pasien perempuan 59 tahun mengalami demam hingga sakit tenggorokan
2. Jakarta: pasien perempuan 39 tahun mengalami demam hingga sakit tenggorokan
3. Jakarta: pasien perempuan 6 tahun mengalami demam hingga sakit tenggorokan
4. Jakarta: pasien perempuan 29 tahun mengalami gejala sedang

Adapun pasien berusia 6 tahun sudah menerima dua dosis vaksin Sinovac, sementara wanita 39 tahun sudah tiga kali disuntik vaksin AstraZeneca. Kedua status vaksinasi pasien lain masih dalam tahap penelusuran.

"Ini data hingga kemarin Jumat (22/7/2022)," kata dia saat dihubungi detikcom. Sabtu (23/7).

Ketiga kasus pasien Omicron BA.2.75 'Centaurus' di DKI Jakarta merupakan kasus lokal, sementara di Bali adalah kasus impor. Masih belum diketahui asal muasal penularan pertama BA.2.75 terjadi.



Simak Video "Panduan Kemenkes soal Jenis Vaksin yang Dipakai untuk Booster Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT