ADVERTISEMENT

Sabtu, 23 Jul 2022 15:00 WIB

Masih 'Getol' Kerja, Gejala COVID-19 Biden Memburuk?

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
In this image provided by the White House, President Joe Biden speaks with Sen. Bob Casey, D-Pa., on the phone from the Treaty Room in the residence of the White House Thursday, July 21, 2022, in Washington. Biden says hes doing great after testing positive for COVID-19. The White House said Biden is experiencing very mild symptoms, including a stuffy nose, fatigue and cough. Hes taking Paxlovid, an antiviral drug designed to reduce the severity of the disease. (Adam Schultz/The White House via AP) Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden positif corona. Foto: AP/Adam Schultz
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden masih terus melakukan pekerjaanya di Gedung Putih setelah dinyatakan positif COVID-19 pada Kamis (21/7/2022). Pada rapat yang ia laksanakan secara virtual bersama tim ekonominya, Jumat (22/7), Biden terdengar serak dan mengalami batuk berkali-kali.

Namun, Biden tetap mencoba meyakinkan anggota rapat dengan mengatakan dirinya lebih sehat dibanding yang terlihat.

"Saya merasa jauh lebih baik daripada yang terdengar," ucap Biden, dilansir dari AP News, Sabtu (23/7/202).

Pejabat Gedung Putih mengatakan kepada wartawan bahwa Biden bekerja lebih dari delapan jam sehari. Nafsu makannya juga tidak berkurang dan sedang menjalani isolasi di Gedung Putih.

Sebelumnya, dokter pribadi Biden, Kevin O'Connor menulis dalam catatan resmi bahwa presiden AS yang sudah berusia 79 tahun itu mengalami sejumlah gejala ringan meliputi:

  • Kelelahan
  • Pilek
  • Sesekali batuk kering.

Joe Biden sudah menerima dua vaksin COVID-19 dengan tambahan dua booster. Ia kini tengah mengonsumsi pil paxlovid Pfizer untuk mencegah risiko infeksi berkembang menjadi parah.



Simak Video "Joe Biden Sebut Pandemi di AS Sudah Berakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT