ADVERTISEMENT

Sabtu, 23 Jul 2022 16:01 WIB

Psikolog Ungkap Kemungkinan Psikis Emak-emak Hina Iriana Jokowi Sambil Meludah

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Video berisi seorang emak-emak menghina Ibu Negara, Iriana Joko Widodo (Jokowi), viral di media sosial. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka merespons video tersebut dengan santai.

Video emak-emak menghina Iriana Jokowi itu viral di media sosial seperti dilihat detikcom, Sabtu (23/7/2022). Emak-emak mengenakan baju warna coklat dan berkaca mata selfie merekam aksinya.

Di dalam video viral, perempuan tersebut melontarkan kata sejumlah kata yang menghina Iriana Jokowi. Tak hanya itu, saat melontarkan hinaan, perempuan tersebut juga meludah. Emak-emak hina ibu Negara iriana Joko Widodo (Jokowi) Foto: (Tangkapan layar video viral)
Jakarta -

Viral seorang emak-emak menghina ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) di media sosial. Dilihat detikcom dalam videonya, Sabtu (23/7/2022), wanita tersebut melontarkan sejumlah kata yang menghina Iriana Jokowi. Bahkan saat melontarkan hinaan, wanita itu juga meludah.

"Iriana ***** busuk bandingin dirimu dengan aku," kata emak-emak tersebut sambil meludah, dikutip dari detikNews.

Kau sudah tua Iriana ***** busuk," ujarnya.

Wanita yang menghina Iriana Jokowi tersebut menganggap dirinya lebih cantik daripada Iriana Jokowi. Dia juga menyebut Jokowi lebih memilih dirinya. Lantas, apa alasannya seseorang suka nyinyir atau menghina orang lain di media sosial?

Psikolog klinis dan co-founder Ohana Space, Veronica Adesla, menjelaskan seseorang yang menghina orang lain bisa saja disebabkan oleh ketidakmampuan orang tersebut untuk meregulasi emosinya terkait dengan perasaan suka, kekesalan, ataupun rasa marah terhadap orang lain.

Bisa saja orang yang berperilaku seperti ini memiliki masalah psikologis atau gangguan jiwa. Namun untuk lebih pasti, memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Menghina orang lain itu bisa disebabkan oleh ketidakmampuan yang bersangkutan untuk meregulasi emosinya terkait dengan perasaaan tidak suka, kekesalan ataupun rasa marah terhadap orang lain," ucapnya saat dihubungi oleh detikcom, Sabtu (23/7)

"Orang yang menunjukkan perilaku ini dapat saja memiliki masalah psikologis, namun untuk pastinya tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Tidak dapat dari perilaku ini kemudian orang yang bersangkutan, serta merta dinilai memiliki gangguan jiwa," lanjutnya lagi.

Di sisi lain, dokter spesialis kedokteran jiwa, dr Yaniar Mulyantini, Sp.KJ beberapa waktu lalu juga sempat menyinggung soal seseorang yang suka nyinyir di sosial media. Menurutnya, seseorang yang suka nyinyir bisa saja memiliki masalah pada insecurity atau kepercayaan diri, sehingga perasaan yang dipendam oleh seseorang tersebut dialihkan ke orang lain.

"Bisa jadi masalah insecurity seseorang, sehingga perasaan nggak enaknya dialihkan ke orang lain. Balik lagi itu terkait bagaimana cara orang bisa berinteraksi dengan orang lain," tuturnya beberapa waktu lalu.

dr Yaniar juga menyebut orang yang suka nyinyir atau julid biasanya kurang memiliki kapasitas empati. Karenanya, ucapan-ucapan dari orang-orang tersebut kurang bisa menempatkan atau melihat apakah ucapannya itu bakal menyakiti hati orang lain atau tidak.

"Sehingga pada mereka yang kurang memiliki empati, ucapannya kadang kala kurang bisa menempatkan 'ini orang ini bagaimana ya perasaannya jika saya berkomentar A, berkomentar B, sehingga muncullah nyinyir, julid, karena dia nggak punya kapasitas untuk melihat bahwa ucapannya itu bakal menyakiti orang lain," lanjutnya lagi.

"Rasanya di zaman sekarang sangat penting untuk kita memiliki kapasitas untuk berempati. Meraba rasakan apa yang orang lain rasakan, sehingga pada saat kita berucap, bertindak, kita hati-hati melihat bahwa efeknya seperti apa ke orang lain," imbuh dr Yaniar.

Simak Video 'Video Aksi Emak-emak Hina Iriana Jokowi Sambil Meludah':

[Gambas:Video 20detik]



(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT