ADVERTISEMENT

Senin, 25 Jul 2022 11:00 WIB

Apa Itu Ageusia? Gejala Omicron BA.4-BA.5 yang Perlu Diwaspadai

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Different colors of the spike proteins symbolize different mutations. Coronavirus pattern on dark blue background. The pale viruses are different in size. Apa Itu Ageusia? Gejala Omicron BA.4-BA.5 yang perlu diwaspadai. (Foto: Getty Images/iStockphoto/i-am-helen)
Jakarta -

Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 kini mendominasi di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Kedua subvarian ini diyakini lebih mudah menular, namun gejala yang ditimbulkan disebut lebih ringan dibandingkan strain aslinya. Apabila mengacu pada studi Hong Kong terkait posisi replikasi virus 'keluarga Omicron', salah satu gejala yang ditimbulkan adalah ageusia. Apa sih itu ageusia?

Dikutip dari Cleveland Clinic, Senin (25/7/2022), istilah ageusia mengacu pada hilangnya indera perasa atau pengecap. Kondisi ini membuat pengidapnya sulit untuk mendeteksi rasa, seperti manis, asam, asin, atau pahit.

Ageusia juga dapat menyerang siapa saja dari segala usia. Namun, kondisi ini paling sering terjadi pada orang dewasa di atas usia 50 tahun.

Gejala Ageusia

Orang yang mengidap ageusia umumnya tak bisa membedakan rasa apapun pada makanan yang dimakan. Selain itu, mereka juga kemungkinan mengalami sejumlah gejala lain, seperti:

  • Keinginan makan yang menurun
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Hidung tersumbat
  • Alergi
  • Masalah kesehatan mulut

Penyebab Ageusia

Ada beberapa penyebab atau kondisi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami hilangnya indera perasa, di antaranya:

  • Infeksi COVID-19
  • Infeksi sinus (sinusitis)
  • Pilek
  • Influenza (flu)
  • Faringitis (sakit tenggorokan)
  • Radang tenggorokan
  • Infeksi kelenjar ludah
  • Penyakit gusi (periodontal)
  • Cedera pada kepala atau telinga

Ageusia juga dapat dikaitkan dengan:

  • Kegemukan
  • Diabetes
  • Merokok
  • Nutrisi buruk
  • Sindrom Sjogren
  • Tekanan darah tinggi
  • Kekurangan nutrisi (terutama seng dan vitamin B-12)
  • Mulut kering (xerostomia) atau kondisi apa pun yang menyebabkan kerusakan pada indera perasa
  • penyakit Alzheimer
  • Penyakit Parkinson
  • Sklerosis multipel (MS)
  • Obat-obatan tertentu, termasuk lithium, perawatan kanker, dan obat tiroid.

Apakah Ageusia Bisa Sembuh?

Biasanya gejala akan berlangsung sampai penyebab dari kondisi tersebut diobati. Orang yang memiliki ageusia sebagai gejala COVID-19 biasanya sembuh dalam satu hingga tiga minggu.

Cara Mencegah Ageusia

Lantaran ageusia merupakan gejala atau efek samping dari berbagai kondisi, sehingga tidak selalu dapat dicegah. Namun, ada beberapa hal yang bisa menurunkan risiko terkena ageusia, seperti:

  • Jangan merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya
  • Tetap terhidrasi
  • Sering-seringlah mencuci tangan untuk mengurangi risiko infeksi, seperti virus
  • Sikat dan benang gigi setiap hari
  • Kunjungi dokter gigi secara teratur untuk pemeriksaan dan pembersihan


Simak Video "WHO: 110 Negara Alami Lonjakan Covid-19 Akibat BA.4 dan BA.5"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT