ADVERTISEMENT

Senin, 25 Jul 2022 17:04 WIB

Waspada, 7 Hal yang Menyebabkan Sakit Perut Sebelah Kiri

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Asian beautiful women feel menstrual cramps and stomachache after menstruation.Hand holding stomach and belly after taking a medication.Problem and disorder of female body. Sakit perut sebelah kiri (Foto: Getty Images/iStockphoto/bunditinay)
Jakarta -

Sakit perut mungkin kerap dialami oleh kebanyakan orang. Namun, ketika seseorang mengalami sakit perut sebelah kiri yang mengganggu perlu untuk dilakukan observasi.

Pasalnya, sisi kiri bagian bawah perut merupakan tempat bagi bagian terakhir dari usus besar manusia. Seseorang perlu menemui dokter apabila ia mengalami sakit perut yang disertai dengan demam, perut bengkak, tinja berdarah, dan mual serta muntah yang terus-menerus.

Dikutip dari Healthline, terdapat beberapa masalah yang bisa menjadi penyebab sakit perut sebelah kiri. Masalah tersebut bisa bervariasi dari yang ringan hingga perlu bantuan dokter untuk menyembuhkannya.

Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri

1. Divertikulitis

Divertikulitis adalah salah satu penyebab sakit perut sebelah kiri paling umum. Penyakit ini biasanya ditandai dengan nyeri secara persisten pada sisi kiri bawah perut.

Divertikula adalah kantong kecil yang terjadi akibat dari tekanan pada titik lemah di usus besar, hal ini bersifat umum terlebih bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun. Ketika kantong tersebut robek, maka akan terjadi pembengkakan dan infeksi yang menyebabkan divertikulitis.

Gejala lain pada pengidap divertikulitis adalah mual, munta, demam, dan nyeri perut. Pada gejala ringan, seseorang hanya perlu beristirahat dan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat saja. Namun, pada kasus berat perlu dilakukannya pembedahan sebagai penanganannya.

2. Gas

Mengeluarkan gas dari perut merupakan hal yang sangat normal. Gas biasanya disebabkan karena menelan terlalu banyak udara dari biasanya, makan berlebihan, merokok, atau adanya gangguan bakteri pada usus besar.

Namun, seseorang perlu menemui dokter apabila ia mengeluarkan gas yang disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Muntah
  • Diare
  • Sembelit
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Maag
  • Darah dalam tinja

3. Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan umumnya dirasakan oleh seseorang setelah ia makan. Ketika makan, perut akan memproduksi asam yang dapat mengiritasi kerongkongan, lambung, atau usus.

Gangguan pencernaan biasanya terasa ringan, seperti sakit atau perasaan tidak nyaman pada perut. Namun, dalam beberapa kasus gangguan pencernaan juga disertai dengan maag, perut terasa kenyang atau kembung, bersendawa, hingga mual. Seseorang bisa menemui dokter apabila gejala tersebut terasa sangat mengganggu.

4. Batu Ginjal

Batu ginjal biasanya mulai bermasalah dan terasa sakit ketika bergerak di dalam ginjal atau masuk ke dalam ureter. Ureter adalah saluran yang menghubungkan antara ginjal dengan kandung kemih.

Seseorang yang mengalami batu ginjal biasanya akan merasakan sakit pada area samping atau punggung, di bawah tulang rusuk, atau di bagian perut bawah. Rasa sakit itu pun bisa menjadi sangat mengganggu pada beberapa kasus.

Gejala yang umumnya dialami oleh penderita batu ginjal adalah urin yang berwarna merah muda, merah, coklat, keruh, atau bau, terasa sakit saat buang air kecil, mual, muntah, hingga demam atau kedinginan. Penyebab dari penyakit ini tidak disebabkan oleh satu faktor, namun biasanya pasien batu ginjal mempunyai riwayat keluarga mengalami hal yang sama.

5. Kram Menstruasi

Kram biasanya terjadi sebelum dan selama periode menstruasi. Meskipun bisa hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, umumnya kram menstruasi tidak bersifat serius.

Seseorang bisa berkonsultasi dengan dokter jika ia mengalami kram yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan terus memburuk dari waktu ke waktu, atau jika seorang wanita telah berusia 25 tahun dan kram yang dialaminya semakin parah.

6. Endometriosis

Endometriosis merupakan suatu kondisi di mana jaringan yang mirip dengan jaringan di dalam rahim, tumbuh juga di luar rahim. Hal itu dapat menyebabkan sakit perut sebelah kiri bawah atau perut bagian lainnya.

Penyakit ini umumnya memiliki gejala, seperti:

  • Kram selama periode menstruasi dan bertambah buruk seiring berjalannya waktu
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Nyeri saat buang air besar dan kecil
  • Muncul bercak darah di antara periode menstruasi

Endometriosis hingga kini belum diketahui penyebabnya. Seorang wanita bisa menghubungi dokter untuk membantu memantau kondisinya jika mengalami endometriosis.

7. Torsio Testis

Torsio testis atau testis terkilir adalah kondisi di mana pembuluh darah yang bertugas mengalirkan darah menuju testis terpelintir yang dapat membuat testis terasa nyeri. Kondisi ini bisa terjadi pada pria dalam rentang usia berapapun, namun umumnya terjadi pada mereka yang berusia di bawah 18 tahun.

Kondisi ini juga memungkinkan seorang pria mengalami gejala lain, seperti skrotum membengkak, sakit perut, mual, muntah, nyeri saat buang air kecil, hingga demam. Kondisi ini terbilang cukup parah, maka dari itu seseorang perlu menemui dokter ketika mengalami torsio testis.

Itulah beberapa penyebab sakit perut sebelah kiri. Ketika rasa sakit itu terasa sangat mengganggu, maka perlu untuk dilakukan observasi oleh dokter agar diketahui apa penyebabnya.



Simak Video "Peringati Hari Cerebral Palsy, CT ARSA Foundation Gelar Kampanye Edukasi"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT