ADVERTISEMENT

Selasa, 26 Jul 2022 10:45 WIB

Apakah Asam Lambung Mematikan? Dokter Ungkap Faktanya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Ilustrasi Sakit Perut Apakah asam lambung mematikan? (Foto: Getty Images/iStockphoto/torwai)
Jakarta -

Asam lambung naik kerap dialami oleh banyak orang, terutama bagi mereka yang menerapkan pola hidup tak sehat. Kondisi ini tak bisa disepelekan lantaran bisa memicu rasa nyeri yang tak tertahankan di perut. Jika sudah memburuk, kondisi ini juga bisa memicu gejala lainnya, seperti muntah dan diare. Lantas, apakah asam lambung mematikan? Ketahui dulu asam lambung itu apa.

Asam lambung merupakan cairan yang dihasilkan oleh sel-sel lambung. Cairan senyawa ini berguna untuk membantu sistem pencernaan, salah satunya membunuh kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh bersama makanan.

Perlu diperhatikan juga apabila produksi cairan senyawa ini berlebihan di dalam tubuh, efek sampingnya bisa membuat seseorang mengalami gangguan pencernaan, seperti mag, GERD atau gastroesophageal reflux disease, dan lainnya.

Adapun gejala yang dirasakan oleh pengidap apabila asam lambung berlebih, yaitu cairan asam lambung yang naik kekerongkongan hingga muncul rasa panas atau mulas di perut yang menjalar ke dada (heartburn). Lantas, jika gejala yang dirasakan semakin memburuk, bisakah menyebabkan kematian? Berikut penjelasannya.

Apakah Asam Lambung Mematikan?

Dokter spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, SpPD KGEH, dari RS Brawijaya Depok, beberapa waktu lalu sempat membahas apakah asam lambung mematikan atau tidak.

Menurutnya, sakit mag atau asam lambung tidak termasuk penyakit yang menyebabkan kematian. Namun, bisa menyebabkan penderitaan hingga rasa tidak nyaman yang berkepanjangan.

"Sakit maag itu bukan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian, tetapi menyebabkan penderitaan, rasa tidak nyaman yang panjang," katanya.

Kematian mendadak lebih mungkin dipicu oleh penyakit serius, seperti jantung. Namun, sangat memungkinkan apabila sakit jantung dan gangguan asam lambung diidap bersamaan. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh beberapa obat jantung yang dapat mengiritasi lambung.

"Pada beberapa kasus, karena minum obat-obatan pengencer darah, kemudian menyebabkan gangguan di lambung. Kemudian menyebabkan gangguan di lambung, kemudian lambungnya luka, perforasi, kemudian bleeding, perdarahan, bisa saja meninggal karena faktor perdarahannya," jelas dr Aru.



Simak Video "Dokter Spesialis Sebut Mag Tak Menyebabkan Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT