ADVERTISEMENT

Rabu, 27 Jul 2022 11:16 WIB

Apa Itu Penyakit Cacar Monyet? Begini Asal-usul hingga Gejalanya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Cacar Monyet Apa itu penyakit cacar monyet? (Foto: Getty Images/iStockphoto/Md Saiful Islam Khan)
Jakarta -

Apa itu penyakit cacar monyet belakangan ini banyak dicari oleh masyarakat. Pasalnya, Organisasi Kesehatan DUnia (WHO) baru-baru ini menetapkan penyakit tersebut sebagai darurat kesehatan global Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Bahkan, dilaporkan sudah ada lebih dari 16 ribu kasus di 75 negara dan wilayah.

"Mengingat wabah cacar monyet yang berkembang dengan lebih dari 16.000 kasus yang dilaporkan dari 75 negara dan wilayah, saya membentuk kembali komite darurat. Berdasarkan Kriteria Peraturan Kesehatan Internasional, saya memutuskan untuk menyatakan wabah ini sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat," ujarnya, dikutip dari laman resmi Twitter miliknya @DrTedros, Minggu (24/7/2022).

Cacar monyet umumnya paling sering ditemukan di daerah atau wilayah yang tinggi risiko dari penyakit tersebut, seperti Afrika Tengah dan Barat. Namun, kini sudah merebak ke negara-negara non-endemik. Berikut seluk-beluk apa itu penyakit cacar monyet.

Apa Itu Penyakit Cacar Monyet?

Dikutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), cacar monyet adalah penyakit langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus cacar monyet adalah bagian dari keluarga virus yang sama dengan virus variola, virus yang menyebabkan cacar.

Gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar biasa namun lebih ringan, serta jarang ditemukan kasus cacar monyet yang berakibat fatal. Selain itu, penyakit ini tidak berhubungan dengan cacar air.

Asal-usul Cacar Monyet

Cacar monyet awalnya ditemukan pada tahun 1958 saat dua wabah penyakit, seperti cacar terjadi di koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian. Meskipun dinamai "cacar monyet", sumber penyakit ini tetap tidak diketahui. Namun, hewan pengerat Afrika dan primata non-manusia (seperti monyet) kemungkinan menyimpan virus dan menginfeksi manusia.

Kasus cacar monyet pertama pada manusia tercatat pada tahun 1970. Sebelum wabah tahun 2022, cacar monyet telah dilaporkan pada orang-orang di beberapa negara Afrika tengah dan barat. Hampir semua kasus cacar monyet pada orang di luar Afrika terkait dengan pelaku perjalanan ke negara-negara yang mengalami wabah tersebut atau melalui hewan impor.

Gejala dan Masa Inkubasi Cacar Monyet

Dalam keterangan tertulis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang diterima detikcom, disebutkan periode inkubasi cacar monyet berlangsung selama 5 sampai 21 hari dengan rerata 6 sampai 16 hari.

Setelah melewati fase inkubasi, pasien akan mengalami gejala klinis berupa:

  • Demam tinggi
  • Nyeri kepala hebat
  • Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
  • Nyeri punggung
  • Nyeri otot
  • Rasa lemah yang prominen

Dalam 1-3 hari setelah demam muncul, pasien akan mengalami bercak-bercak pada kulit. Gejala ini akan muncul dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti tangan dan telapak kaki. Seiring berjalan waktu, bercak tersebut nantinya bakal berubah menjadi lesi kulit makulopapular, vesikel, dan pustule, yang dalam 10 hari akan berubah menjadi koreng.

Cara Penularan Cacar Monyet

dr Adityo Susilo, SpPD, KPTI, FINASIM dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) sekaligus pengurus pusat PETRI (Perhimpunan Kedokteran Tropis dan Penyakit Infeksi Indonesia), menjelaskan sejumlah cara penularan virus cacar monyet pada manusia. Menurutnya, virus cacar monyet menular melalui:

  • Kontak manusia dengan darah
  • Cairan tubuh
  • Lesi pada mukosa
  • Kulit hewan yang terinfeksi
  • Ibu ke janin melalui plasenta

"Adapun penularan antar manusia, diduga dapat terjadi sebagai akibat dari kontak erat dengan pasien yang terinfeksi secara langsung (direct close contact) melalui paparan terhadap sekresi saluran napas yang terinfeksi, kontak dengan lesi kulit pasien secara langsung, maupun berkontak dengan objek yang telah tercemar oleh cairan tubuh pasien," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (27/7/2022).

"Selain itu, transmisi secara vertikal dari ibu ke janin melalui plasenta (infeksi Cacar Monyet kongenital) juga dimungkinkan," sambung dr Adityo.



Simak Video "Mengenal Cacar Monyet yang Mewabah di Sejumlah Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT