ADVERTISEMENT

Rabu, 27 Jul 2022 21:00 WIB

Gegara Cacar Monyet Melonjak, Inggris Larang Bercinta Jika Ada Gejala Ini

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Doctor holding Monkeypox Test Tube Result Positive. Global virus concept. Ilustrasi cacar monyet. Foto: Getty Images/iStockphoto/atakan
Jakarta -

Pada Senin (25/7/2022), Inggris telah mencatat 2.367 kasus konfirmasi cacar monyet. Hanya dalam waktu empat hari, Inggris mencatat 159 kasus baru.

Badan Keamanan dan Kesehatan Inggris (UKHSA) memperingatkan masyarakat untuk memeriksa gejala cacar monyet yaitu ruam atau lecet pada kulit sebelum berhubungan seks.

"Kasus cacar monyet terus meningkat, dengan virus yang ditularkan terutama di jaringan seksual yang saling berhubungan. Sebelum berhubungan seks, pergi ke pesta atau acara, periksa diri Anda untuk gejala cacar monyet, termasuk ruam dan melepuh," ucap Dr Sophia Makki National Incident Director UKHSA, dilansir dari The Sun, Rabu (27/7/2022).

Menurut Makki, meskipun cacar monyet bukan penyakit menular seksual, kontak fisik yang dekat memungkinkan virus menyebar. Itulah sebabnya orang dapat tertular melalui aktivitas seksual.

"Jika Anda memiliki gejala cacar monyet, istirahatlah dari menghadiri acara atau melakukan seks sampai Anda menelepon 111 atau layanan kesehatan seksual dan diperiksa oleh dokter," pesan Makki.

UKHSA sebelumnya memperingatkan bahwa pasien cacar monyet harus menggunakan kondom selama 12 minggu setelah mereka terinfeksi. Hal ini diduga akibat laporan yang menunjukkan cacar monyet ada dalam air mani orang yang terinfeksi.

Sementara itu, dr Adityo Susilo, SpPD, KPTI, FINASIM dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) sekaligus pengurus pusat PETRI (Perhimpunan Kedokteran Tropis dan Penyakit Infeksi Indonesia), menjelaskan pada manusia, virus cacar monyet umumnya menular melalui kontak manusia dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada mukosa maupun kulit hewan yang terinfeksi.

"Adapun penularan antarmanusia, diduga dapat terjadi sebagai akibat dari kontak erat dengan pasien yang terinfeksi secara langsung (direct close contact) melalui paparan terhadap sekresi saluran napas yang terinfeksi, kontak dengan lesi kulit pasien secara langsung, maupun berkontak dengan objek yang telah tercemar oleh cairan tubuh pasien," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (27/7/2022).

"Selain itu, transmisi secara vertikal dari ibu ke janin melalui plasenta (infeksi Cacar Monyet kongenital) juga dimungkinkan," pungkasnya.



Simak Video "Kenali Gejala Awal Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT