ADVERTISEMENT

Kamis, 28 Jul 2022 05:00 WIB

COVID-19 'Pulang Kampung', Kota Wuhan Mulai Lockdown Lagi Warganya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Shoppers wearing face masks look for groceries with many empty shelves at a supermarket in Wuhan in central Chinas Hubei province, Saturday, Jan. 25, 2020. The virus-hit Chinese city of Wuhan, already on lockdown, banned most vehicle use downtown and Hong Kong said it would close schools for two weeks as authorities scrambled Saturday to stop the spread of an illness that is known to have infected more than 1,200 people and killed 41, according to officials. (Chinatopix via AP) Ilustrasi COVID-19 di Wuhan (Foto: Chinatopix via AP)
Jakarta -

Kota Wuhan, China, mulai menutup sejumlah bisnis dan transportasi umum di distrik Jiangxia pada Rabu (27/7/2022). Kebijakan ini dilakukan setelah kasus COVID-19 kembali meningkat di sana.

Distrik Jiangxia dengan penduduk lebih dari 900 ribu orang itu mulai menjalani pembatasan atau lockdown selama tiga hari ke depan. Pemerintah setempat mulai melarang kegiatan yang melibatkan banyak orang dan melarang makan di restoran.

Dikutip dari Channel News Asia, mereka juga menutup berbagai tempat hiburan umum, restoran, pasar produk pertanian, klinik kecil, dan menutup layanan kereta bawah tanah. Warganya juga dilarang meninggalkan daerahnya selama tiga hari ke depan dan melarang pelancong masuk.

Pemerintah melakukan kebijakan ini setelah pihak berwenang distrik Jiangxia mendeteksi dua kasus COVID-19 baru saat pengujian rutin. Mereka juga menemukan dua kasus lainnya melalui contact tracing.

Saat ini, China masih terus mempertahankan kebijakan 'zero COVID' untuk mengatasi pandemi. Mereka bergantung pada pengujian massal, pembatasan cepat pada aktivitas bisnis dan mobilitas masyarakat, dan karantina yang ketat untuk memblokir klaster yang baru muncul agar tidak semakin menyebar.

Baru-baru ini, Komisi Kesehatan China melaporkan sebanyak 703 kasus virus Corona baru pada 26 Juli kemarin. Sebanyak 120 orang bergejala, sedangkan 583 lainnya asimtomatik atau tidak bergejala.

Sehari sebelumnya, China juga telah melaporkan 976 kasus baru . Sekitar 148 orang bergejala dan 828 orang tidak bergejala. Meski begitu, mereka belum melaporkan adanya kasus kematian baru akibat COVID-19.



Simak Video "Komunitas Relawan di Shanghai Turun Tangan Bantu Warga yang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT