Apakah Cacar Monyet Sudah Ada di Indonesia? Kata Menkes Sih Begini

ADVERTISEMENT

Apakah Cacar Monyet Sudah Ada di Indonesia? Kata Menkes Sih Begini

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 26 Jul 2022 16:56 WIB
Cacar Monyet
Apakah cacar monyet sudah ada di Indonesia? (Foto: Getty Images/iStockphoto/Md Saiful Islam Khan)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan sudah ada 75 negara dan wilayah yang telah mencatat lebih dari 16 ribu kasus. Lalu, apakah cacar monyet sudah ada di Indonesia?

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut sudah ada sembilan suspek pasien cacar monyet di Indonesia. Namun berdasarkan hasil tes, seluruh suspek dinyatakan negatif cacar monyet.

"Sudah ada suspeknya sekitar 9 tersebar di Indonesia. Tapi kita sudah tes di Jakarta semuanya hasilnya negatif," beber Menkes saat ditemui detikcom di Jakarta, Selasa (26/7/2022).

Adapun penularannya disebut-sebut paling banyak dialami oleh pria yang berhubungan seks dengan sesama pria. Karenanya, Menkes Budi melakukan pendekatan dengan organisasi tertentu untuk melakukan pengawasan lebih lanjut.

"Itu benar, teorinya ada spesifik di kelompok tertentu yang memang penularannya relatif tinggi sama seperti HIV/Aids. Jadi sekarang kita sudah melakukan pendekatan ke organisasi-organisasi yang mengelola kelompok ini untuk bisa melakukan surveilans secara aktif," sambung Menkes.

Apa Itu Cacar Monyet?

Dikutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), cacar monyet adalah penyakit langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus cacar monyet adalah bagian dari keluarga virus yang sama dengan virus variola, virus yang menyebabkan cacar.

Gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar biasa namun lebih ringan, serta jarang ditemukan kasus cacar monyet yang berakibat fatal. Selain itu, penyakit ini tidak berhubungan dengan cacar air.

Asal-usul Cacar Monyet

Cacar monyet awalnya ditemukan pada tahun 1958 saat dua wabah penyakit, seperti cacar terjadi di koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian. Meskipun dinamai "cacar monyet", sumber penyakit ini tetap tidak diketahui. Namun, hewan pengerat Afrika dan primata non-manusia (seperti monyet) kemungkinan menyimpan virus dan menginfeksi manusia.

Kasus cacar monyet pertama pada manusia tercatat pada tahun 1970. Sebelum wabah tahun 2022, cacar monyet telah dilaporkan pada orang-orang di beberapa negara Afrika tengah dan barat. Hampir semua kasus cacar monyet pada orang di luar Afrika terkait dengan pelaku perjalanan ke negara-negara yang mengalami wabah tersebut atau melalui hewan impor.

Apa Bedanya COVID-19 dan Cacar Monyet?

Menkes Budi juga menjelaskan perbedaan cacar monyet dan COVID-19. Menurutnya, pasien cacar monyet baru bisa menularkan virus jika sudah mengalami gejala yang terlihat pada fisik. Sedangkan pasien COVID-19 bisa menularkan virus Corona tanpa mengalami gejala lebih dahulu.

"Sebenarnya monkeypox in bedanya dengan COVID adalah mereka menular kalau sudah ada gejala. Kalau COVID kan kita nggak ada gejala sudah bisa menular, monkeypox ini mesti ada gejalanya dulu (seperti) lesi-lesi, ruam-ruam, itu baru dia menular," saat ditemui detikcom di Jakarta, Selasa (26/7/2022). .

"Sehingga surveilansnya lebih mudah. Kita nggak usah sepanik dulu ditutup karena kalau COVID memang kita nggak tahu dia (pelaku perjalanan dari luar negeri) tertular atau nggak," sambungnya.



Simak Video "Fakta-fakta Kasus Cacar Monyet Pertama di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT