ADVERTISEMENT

Jumat, 29 Jul 2022 13:40 WIB

Apakah Stres Bisa Menyebabkan Asam Lambung Naik? Kata Dokter Sih Begini

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Asian woman stomachache, feel pain for period conceptAsian woman stomachache, feel pain for period concept Apakah stres bisa menyebabkan asam lambung naik (Foto: Getty Images/iStockphoto/Nattakorn Maneerat)
Jakarta -

Asam lambung naik kerap kali dialami oleh banyak orang, bahkan bisa kambuh sewaktu-waktu. Hal ini dapat memberikan rasa ketidaknyamanan di perut, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Adapun penyebabnya bermacam-macam, salah satunya pola hidup yang tidak sehat. Lantas, apakah stres bisa menyebabkan asam lambung naik?

Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Brawijaya Depok, dr Aru Ariadno, SpPD KGEH, beberapa waktu lalu menjelaskan, salah satu penyebab asam lambung naik adalah stres. Kondisi ini bisa membuat dinding lambung lebih rentan terhadap asam, baik asam lambung maupun makanan yang mengandung asam.

Apabila sudah terjadi, sifat proteksi dinding lambung akan menurun dan mudah teriritasi.

"Faktor internal lambung dipengaruhi oleh stres, lelah, cemas, makan tidak teratur sehingga dinding lambung lebih rentan terhadap asam baik asam lambung atau makanan yang mengandung asam," tuturnya saat dihubungi oleh detikcom, (6/21/2022).

"Sifat proteksi dinding lambung turun sehingga mudah teriritasi," sambungnya lagi.

Selain stres, dr Aru juga menyebut bahwa seseorang yang mengalami kecemasan berlebih bisa berpotensi mengalami asam lambung naik.

"Selain stres juga rasa cemas yg berlebih akan membuat pengeluaran asam lambung berlebih bila tidak diatasi," tuturnya saat dihubungi di waktu yang berbeda, Selasa (29/7).

Alasan Stres Membuat Asam Lambung Naik

Menurut dr Aru, stres bisa memicu asam lambung naik karena sistem pengatur pengeluaran asam lambung berasal dari otak. Sama seperti halnya seseorang melihat makanan, maka air liur akan keluar. Hal ini merupakan respons alami yang dikeluarkan dari otak.

"Salah satu pengatur pengeluaran asam lambung ada di otak. Sama seperti saat kita melihat makanan, maka air liur akan keluar. Itu adalah respon yang dikeluarkan dari otak karena kita berpikir makanan itu enak," ucapnya.

Selain mempengaruhi asam lambung, stres juga bisa memicu sejumlah kondisi, seperti gangguan menstruasi, sulit tidur, berdebar-debar, hingga sering buang air kecil. Karenanya, dr Aru mengingatkan untuk menenangkan pikiran sebagai cara menghilangkan stres.

"Demikian juga dengan stres. Maka otak akan mengeluarkan respon yg beraneka ragam, ada yang menyebabkan asam lambung keluar, ada yang menyebabkan gangguan menstruasi, ada yang sulit tidur, berdebar-debar, ada juga yg buang-buang air. Jadi semua bersumber dari otak," lanjutnya.

"Menenangkan pikiran adalah salah satu cara untuk menghilangkan stres," sambungnya lagi.

Sebagai informasi, asam lambung merupakan cairan yang dihasilkan oleh sel-sel lambung, bertugas untuk membantu sistem pencernaan, salah satunya membunuh kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh bersama makanan.

Jika produksi asam lambung berlebihan di dalam tubuh, efeknya bisa membuat seseorang mengalami gangguan pencernaan, seperti mag hingga GERD (gastroesophageal reflux disease).



Simak Video "Dokter Spesialis Sebut Mag Tak Menyebabkan Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT