ADVERTISEMENT

Senin, 01 Agu 2022 16:45 WIB

Ada Kasus Positif COVID-19 di Sekolah? PTM Bisa Disetop Seminggu Jika...

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Siswa di SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, jalani swab tes massal. Tes dilakukan sebagai upaya cegah penyebaran virus Corona di lingkungan sekolah. Ilustrasi PTM di sekolah. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Seiring dengan diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) seratus persen, beberapa sekolah telah melaporkan kasus murid yang positif COVID-19. Apakah kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) harus kembali menggunakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan kondisi seperti ini?

Juru bicara pemerintah untuk COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro menyatakan aturan PJJ jika ada murid yang positif COVID-19 telah diatur pada SKB 4 menteri terkait PTM. Ia menyatakan PJJ bisa diberlakukan selama satu minggu jika terjadi kasus klaster di sekolah dan kasus positif lebih dari 5 persen.

"Sebenarnya kalau pemberhentian PTM bisa dihentikan kalau ada rombongan belajar (positif) atau terbentuk klaster. Bisa dihentikan selama 7 hari atau seminggu," ucapnya dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes RI, Senin (1/8/2022).

"Misal ada yang positif tapi tidak berbentuk klaster atau masih di bawah 5 persen surveilansnya, ini harus diberhentikan juga tapi hanya 5 hari," sambungnya.

Untuk kegiatan PTM, dr Reisa juga memberikan saran agar orang tua atau guru terus mengedakusi murid dengan beberapa hal ini:

  • Memakai masker dengan baik dan benar
  • Mengetahui kapan waktu mencopot masker
  • Membawa masker cadangan dan diganti setiap 4 jam sekali
  • Membawa hand sanitizer
  • Mengetahui kapan waktu harus cuci tangan

Selain itu, dr Reisa menyarankan kegiatan cium tangan yang biasa dilakukan guru dan murid di sekolah untuk sementara bisa dihentikan atau diganti dengan tanpa bersentuhan. Sebab ini merupakan salah satu upaya menghindari penularan.

Pada kesempatan yang sama, juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril menyatakan agar orang tua dan guru tetap mengawasi anak-anak sebab penularan bisa terjadi di luar sekolah dan akhirnya terbawa ke dalam sekolah.

"Ini juga perlu disampaikan ini risiko yang terjadi, apabila kluster di sekolah ada yang tinggi, ini sekolah akan PJJ lagi," ujar Syahril.

"Nah untuk itu peranan guru, orang tua, dan sekolah itu berperan betul. Karena anak-anak ini kan bisa tertular di luar sekolah lalu bisa dibawa ke sekolah," pungkasnya.



Simak Video "Beda Pendapat Ahli soal PTM saat Kasus Covid-19 Meningkat"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT