ADVERTISEMENT

Rabu, 03 Agu 2022 09:46 WIB

Kata Warga Soal Polusi Udara di Tangsel, Konon Lebih Buruk dari DKI

Alethea Pricila - detikHealth
Pantauan kualitas udara di Bintaro Sektor 3 Tangsel sekitar pukul 7.00 WIB, Rabu (3/7/2022) Polusi di Tangerang Selatan (Foto: Alethea Pricila/detikHealth)
Jakarta -

Saat ini sedang ramai tentang polusi udara khususnya di daerah Tangerang Selatan. Perbincangan mengenai hal ini berawal dari unggahan satu akun Twitter @piotrj yang menyebutkan bahwa kondisi di Tangerang Selatan 20 persen lebih buruk dibandingkan DKI Jakarta.

Pantauan langsung oleh detikcom di daerah Bintaro, Tangerang Selatan, hari ini (3/8/2022) kualitas udara yang kurang baik terasa pada pagi hari pukul 07.00 WIB. Kondisi ini juga dibuktikan melalui data dari air quality index yang mencapai 168 di daerah Tangerang Selatan, khususnya Bintaro dengan polutan utama PM2.5 yang konsentrasinya mencapai 86.3 ug/m3.

Ini artinya, udara di Tangerang Selatan tergolong tidak sehat. Berdasarkan Air Quality Index, daerah yang baik merupakan daerah yang memiliki air quality index 0 - 50. Tak hanya itu, Particulate Matter 2.5 (PM2.5) memberi dampak buruk untuk kesehatan.

"Particulate Matter 2.5 (PM2.5) adalah polutan kecil yang oleh @who disorot sebagai sangat berbahaya bagi kesehatan kita. Ini karena sangat kecil sehingga bisa masuk jauh ke dalam paru-paru kita," ujar Piotr Jakubowski, Co-Founder dari Nafas Indonesia, melalui akun Twitter miliknya pada Senin (1/8).

Polusi udara ini membuat beberapa masyarakat resah, salah satunya Ninno (21). Warga Pondok Aren, Tangerang Selatan, ini mengatakan polusi udara menyebabkannya membuatnya tidak nyaman karena kualitas udaranya yang cukup rendah serta rasa sesak ketika olahraga.

"Gua olahraga pagi-pagi pun sekitar jam 5 to 6 yang seharusnya udara masih fresh tapi udah kucium bau-bau asap kendaraan terus ada juga asap pembakaran sampah gitu, jadi pas olahraga bukannya seger hirup oksigen malah sesek gara-gara polusi," ujarnya kepada detikcom, Selasa (2/8).

Keresahan mengenai polusi udara ini juga dirasakan oleh Daniel (21), warga DKI Jakarta yang bekerja di Tangerang Selatan. Ia merupakan salah satu orang yang setuju bahwa polusi udara Tangerang Selatan lebih buruk dari DKI Jakarta.

"Sebelumnya, gua warga Jakarta tapi emang kerja di Tangsel. Tapi dengan statement bahwa polusi di Tangsel itu lebih dari DKI Jakarta gua setuju karena di Tangsel sering banget ada perbaikan-perbaikan jalan atau gorong-gorong yang menyebabkan polusi itu sendiri," ucapnya.

Namun, tidak semua warga Tangerang Selatan setuju dengan buruknya tingkat polusi udara. Ada beberapa orang yang mengatakan itu semua tergantung daerah. Rere (33) merasa polusi udara di beberapa daerah Tangerang Selatan khususnya Bintaro masih tergolong aman karena adanya pohon.

"Kalau saya pribadi sih tergantung Tangsel mananya dulu. Kalo kayak Bintaro-kan banyak, saya rasa kalau dari sektor 1 sampe 4 masih amanlah polusinya, karena di sini kan perumahan yang banyak pohon ya. Kalo di daerah Emerald arah Graha, dibilang banyak polusi baru saya setuju," kata Rere kepada detikcom, Selasa (2/8).

NEXT: Polusi udara lebih tinggi di pagi hari

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT