ADVERTISEMENT

Rabu, 03 Agu 2022 11:31 WIB

Kisah Lengkap Wanita Cuci Darah Tiap Hari, Ternyata Juga Idap Penyakit Lain

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Viral di TikTok wanita muda idap gagal ginjal kronis. Foto: Tangkapan layar: SS Viral atas izin yang bersangkutan
Jakarta -

Seorang wanita asal Bandung, DN (26), viral di TikTok usai membagikan ceritanya yang harus rutin menjalani cuci darah setiap hari. Diketahui, ia mengidap penyakit gagal ginjal kronis (GGK).

DN mengungkapkan awalnya ia tidak merasakan gejala apapun. Namun, karena hipertensi atau tekanan darah tinggi yang diidapnya, gejala yang muncul semakin memburuk.

"Gejala awal yang aku rasain itu mual, muntah, kesemutan di seluruh badan, urine berbusa, dan daerah wajah agak bengkak," ungkap DN pada detikcom, Selasa (2/8/2022).

Lantaran kondisinya yang kronis itu, DN harus mengganti cairan tubuh setiap hari. Selain itu, DN juga harus rutin cuci darah untuk mengurangi racun yang ada di ginjal hingga melakukan extra HD.

"Waktu itu kreatinin dan ureum lumayan tinggi, udah gitu HB aku rendah terus jadi dilakuin extra HD. Sekalian untuk ngebantu ngeluarin racun plus transfusi," tulisnya dalam video unggahan pribadinya.

"Efeknya kalau tidak cuci perut, racun menumpuk dan bisa membahayakan tubuh," sambungnya.

Apakah Hipertensi Bisa Memperburuk Gagal Ginjal?

Hipertensi menjadi salah satu penyebab utama penyakit gagal ginjal. Dikutip dari laman resmi National Kidney Foundation, hipertensi yang parah dapat membahayakan fungsi ginjal dalam waktu singkat.

Hipertensi juga bisa menyempitkan dan mempersempit pembuluh darah di ginjal. Hal ini akan mengurangi aliran darah dan menghentikan kerja ginjal dengan baik.

Ketika ini terjadi, ginjal tidak dapat membuang semua limbah dan cairan ekstra dari tubuh. Cairan ekstra di pembuluh darah dapat meningkatkan tekanan darah bahkan lebih, menciptakan siklus yang berbahaya dan memicu lebih banyak kerusakan yang menyebabkan gagal ginjal.

Dikutip dari WebMD, jika penyakit ginjal semakin kronis atau masuk ke stadium akhir, orang yang mengidapnya harus menjalani cuci darah atau bahkan transplantasi ginjal.



Simak Video "Temuan Terkini soal Kasus Kematian Puluhan Anak Gambia Terkait Paracetamol"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT