ADVERTISEMENT

Kamis, 04 Agu 2022 20:45 WIB

Mengenal Preeklamsia, Kondisi di Balik Bayi Meninggal 'Dipaksa' Lahir Normal

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
rsud jombang RSUD Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jakarta -

Baru-baru ini viral kasus seorang ibu yang bayinya meninggal, disebut-sebut 'dipaksa' lahir normal di RSUD Jombang. Bayi yang meninggal itu merupakan buah hati dari pasangan Yopi Widianto (26) dan Rohma Roudotul Jannah (29).

Rohma dirujuk dari Puskesmas Sumobito ke RSUD Jombang lantaran mengalami preeklamsia. Diketahui juga, ia punya riwayat penyakit gula darah dan darah tinggi. Hal tersebut yang membuatnya harus lahiran secara caesar. Kendati begitu, Rohma justru dipaksa persalinan normal hingga berujung bayinya meninggal oleh rumah sakit tersebut.

Dikutip dari Mayoclinic, preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, disertai adanya protein dalam urine (proteinuria). Kondisi ini biasanya muncul setelah 20 minggu kehamilan pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah dalam kisaran standar.

Apabila tidak diobati, preeklamsia dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan bisa fatal bagi ibu dan bayi. Adapun persalinan bayi lebih awal kerap dianjurkan, namun ini tergantung pada seberapa parah preeklamsia dan berapa minggu usia kehamilan.

Preeklamsia juga bisa berkembang setelah seorang ibu melahirkan bayi. Kondisi ini dikenal sebagai preeklamsia postpartum.

Gejala Preeklamsia

Gejala preeklamsia biasanya ditandai dengan tekanan darah tinggi, proteinuria, atau tanda-tanda kerusakan ginjal maupun organ lainnya. Mungkin beberapa wanita hamil tak memiliki gejala yang signifikan. Namun jika gejala muncul, dapat berupa:

  • Kelebihan protein dalam urine atau tanda-tanda lain dari masalah ginjal
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia)
  • Peningkatan enzim hati yang menunjukkan masalah hati
  • Sakit kepala yang parah
  • Perubahan penglihatan, termasuk kehilangan penglihatan sementara, penglihatan kabur, atau sensitivitas cahaya
  • Sesak napas, disebabkan oleh cairan di paru-paru
  • Nyeri di perut bagian atas, biasanya di bawah tulang rusuk di sisi kanan
  • Mual atau muntah


Simak Video "HUT ke-77 RI, Epidemiolog Apresiasi Pengendalian Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT