ADVERTISEMENT

Jumat, 05 Agu 2022 20:37 WIB

Round Up

Fakta Branding 'Rumah Sehat' Anies untuk RSUD, Nama Resmi Tetap Rumah Sakit

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Gubernur DKI Anies Baswedan mengubah 31 nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta. Salah satunya RSUD Tarakan ini. Branding RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belakangan disorot lantaran branding 'Rumah Sehat untuk Jakarta' yang sempat disebut sebagai penggantian nama dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Belakangan dipastikan, nama resmi yang terdaftar tetap RSUD, 'Rumah Sehat untuk Jakarta' hanya sebagai logo.

Anies menyebut branding 'Rumah Sehat untuk Jakarta' bertujuan untuk merubah 'mindset' kebanyakan warga demi meningkatkan kebiasaan pola hidup sehat.

"Selama ini RS kita berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif sehingga datang karena sakit jadi datang untuk sembuh untuk sembuh itu harus sakit dulu," kata Anies, dikutip dari Antara.

Bagaimana tanggapan para ahli dan Menkes?

1. Perubahan Logo

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pihak Dinkes DKI Jakarta sudah berkomunikasi langsung terkait branding nama RSUD dengan 'Rumah Sehat untuk Jakarta'. Ia mengaku tidak mempersoalkan penambahan branding tersebut, dengan syarat RSUD tetap menjadi nama 'legal'.

Budi juga menegaskan 'Rumah Sehat untuk Jakarta' adalah logo, serupa seperti penambahan kata 'hospital' di beberapa RS. "Jadi di aktenya tetap pakai rumah sakit. Update yang disampaikan ke kami secara legal tetap rumah sakit, tetapi branding logonya memakai definisi rumah sehat," kata Budi di Istana, Kamis (4/8/2022).

2. Kemenkes Minta Sosialisasi

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI dr Siti Khalimah menilai perubahan nama tersebut tidak bakal mengganggu pelayanan. Asalkan, Dinkes DKI Jakarta tetap melakukan sosialisasi yang baik sesuai dengan penjenamaan.

Nama RS tetap tidak boleh dihilangkan, mengacu pada UU No 44 Tahun 2019. Meski memiliki pesan positif di balik penambahan logo tersebut, dr Siti berpesan agar penjenamaan RSUD tidak membingungkan masyarakat.

Ia menekankan rumah sakit selama ini fokus dalam aspek kuratif, alih-alih sebagai promotif dan preventif.

"Kami komunikasi lagi dengan Dinkes bahwa nama rumah sakit itu harus tertulis, tidak masalah asalkan identitas itu harus ada. Rumah Sakit untuk Jakarta itu sebenarnya hanya seperti slogan atau moto saja," sambung dr Siti.

"Sesuai arahan kita (Kemenkes RI) kita lihat kan RSUD Cengkareng tetap ada, hanya ada penambahan Rumah Sehat," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pemprov DKI Ubah Nama Rumah Sakit Jadi 'Rumah Sehat untuk Jakarta'"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT