ADVERTISEMENT

Sabtu, 06 Agu 2022 18:30 WIB

Mirip Sih, tapi Jangan Sampai Tertukar! Begini Beda Gejala Omicron Vs Flu Biasa

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Omicron BA.4 dan BA.5 adalah subvarian omicron terbaru yang perlu diketahui dan waspadai oleh masyarakat Indonesia. Berikut informasinya. Foto: Getty Images/loops7
Jakarta -

Kebanyakan kasus COVID-19, khususnya varian Omicron hanya menimbulkan gejala ringan atau tanpa gejala. Bahkan, pada orang yang sudah divaksinasi, gejala omicron yang muncul seringkali mirip dengan gejala flu biasa.

Meski begitu, terdapat sejumlah perbedaan di antara kedua penyakit tersebut. Apa saja perbedaanya? Simak berikut ini.

Komplikasi COVID-19 Lebih Menyeramkan

Dikutip dari Times of India, Sabtu (6/8/2022), COVID-19 dan flu sama-sama menyerang pernapasan dan memengaruhi organ paru-paru. Adapun gejala yang ditimbulkan dari kedua penyakit tersebut juga mirip, seperti demam, batuk, nyeri tubuh, sakit tenggorokan, pilek, nyeri otot, sakit kepala, dan masalah pencernaan.

Meski gejalanya mirip, COVID-19 bisa menyebabkan komplikasi yang berbeda dari flu, seperti pembekuan darah hingga sindrom inflamasi multisistem (MIS-C) pada anak-anak.

Masa Inkubasi yang Berbeda

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC AS), seseorang yang terinfeksi COVID-19 kemungkinan akan mengalami gejala 2 hingga 14 hari setelah terinfeksi. Sedangkan seseorang yang terkena flu kemungkinan mengalami gejala mulai dari 1 hingga 4 hari setelah terinfeksi.

Selain itu, kebanyakan orang dengan flu menular selama sekitar 1 hari sebelum menunjukkan gejala. Sedangkan COVID-19, dapat menularkan virus ke orang lain 2 sampai 3 hari sebelum gejalanya muncul.

Risiko Kematian COVID-19 Lebih Tinggi

Tingkat penularan dan risiko keparahan COVID-19 lebih besar dibandingkan dengan flu biasa. Begitu juga tingkat kematian lebih tinggi COVID-19 dibandingkan flu biasa.

"Dibandingkan dengan flu, COVID-19 dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius pada beberapa orang. COVID-19 juga dapat memakan waktu lebih lama sebelum orang menunjukkan gejala, dan orang dapat tetap menular untuk jangka waktu yang lebih lama," kata CDC.

Untuk memastikan apakah tertular COVID-19 atau flu, bisa melakukan tes RT-PCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction) atau tes COVID-19.



Simak Video "Warning! Kasus Covid-19 di Indonesia Meningkat 15 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela Selengkapnya