ADVERTISEMENT

Minggu, 07 Agu 2022 07:00 WIB

Sekilas Mirip, Ternyata Ini Bedanya Ruam Biasa Vs Cacar Monyet di Kulit

Vidya Pinandhita - detikHealth
Apa Itu Cacar Monyet, Kini Ditetapkan Jadi Darurat Kesehatan Global Foto: Getty Images/iStockphoto/kontekbrothers
Jakarta -

Hingga kini, Indonesia belum melaporkan satu pun kasus konfirmasi cacar monyet. Satu suspek yang baru-baru ini dari Jawa Tengah juga telah dipastikan negatif cacar monyet menurut laporan Kementerian Kesehatan RI.

Namun begitu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tetap menyorot potensi penyebaran dan gejala cacar monyet. Pasalnya, gejala cacar monyet riskan tertukar dengan penyakit lain seperti infeksi bakteri pada kulit (impetigo).

Ketua Satgas Monkeypox (cacar monyet) PB IDI dr Hanny Nilasari, SpKK menerangkan, pasien cacar monyet umumnya mengalami lesi pada kulit yang bentuknya saling berdekatan. Gejala itu dibarengi demam lebih dari 38 derajat celcius, sakit kepala, dan sederet gejala lainnya.

"Kelainannya mirip-mirip impetigo. Tapi cacar itu lesinya lebih dekat-dekat. Kemudian diikuti oleh gejala demam, gejala paling banyak dikeluhkan pasien monkeypox adalah demam, myalgia, sakit kepala, dia terasa tidak enak di saluran tenggorok. Kemudian pembesaran kelenjar getah bening dan kelainan di kulit," terangnya dalam diskusi daring, Jumat (5/8/2022).

Bentuk Ruam Gegara Cacar Monyet

Lebih lanjut dr Hanny menerangkan, ruam akibat infeksi virus cacar monyet berbentuk bercak di atas permukaan kulit. Setelahnya, akan muncul bintil-bintil yang selanjutnya berkembang menjadi lenting. Nantinya, lenting tersebut akan bernanah.

"Ada bercak di atas bukaan kulit, kemudian diikuti menjadi bintil, kemudian menjadi lenting. Kemudian menjadi lentingnya itu ada nanahnya. Itu adalah manifestasi yang umum untuk gejala monkeypox. kemudian ternyata lokasi-oasi ini juga sangat mempengaruhi," ungkap dr Hanny.

Sebagian besar ruam pada pasien cacar monyet berada di area wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.

"95 persen manifestasi ada di wajah terutama. Jadi sangat mudah dikenali. Kemudian di telapak tangan dan telapak kaki 75 persen, mukosa misalnya di area kulit genital, area mata itu 70 persen. Di alat kelamin itu tidak terlalu banyak 30 persen saja. Kemudian di selaput lendir mata 20 persen," pungkasnya.



Simak Video "Beda Ruang Isolasi Pasien Cacar Monyet dan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT