ADVERTISEMENT

Minggu, 07 Agu 2022 18:00 WIB

Mengenal Kanker Usus Besar: Gejala, Perawatan, hingga Cara Mencegah

Alethea Pricila - detikHealth
usus besar Ilustrasi usus besar. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Kanker usus besar termasuk ke urutan ketiga penyakit kanker yang sering dialami oleh manusia baik pria maupun wanita. Bagi pria, kanker ini sering terjadi setelah kanker paru dan prostat. Sedangkan bagi wanita, kanker ini terjadi setelah kanker serviks dan payudara. Umumnya, kanker usus besar sering ditemukan pada seseorang yang berusia 50 hingga 70 tahun.

"Insidennya biasanya pada seorang berusia 50 tahun, tetapi akhir-akhir ini angka beralih ke usia muda. Ini bisa gara-gara gaya hidup," ujar Dr dr Wifanto Saditya Jeo, SpB-KBD saat ditemui detikcom di acara bertema Kanker di Jakarta Selatan, Sabtu (6/8/2022).

Hal ini menandakan bahwa kanker usus besar ini dapat terjadi bukan hanya bagi golongan yang sudah tua tetapi juga kepada golongan muda. Oleh karena itu, diperlukan deteksi dini untuk meminimalisir penyebaran kanker usus besar.

Gejala Kanker Usus Besar

Adanya perubahan pola buang air besar

Perubahan pola buang air besar yang dapat terjadi sebagai gejala awal dari kanker usus besar adalah seseorang terkadang akan terlalu sering atau sulit untuk BAB. Tak hanya itu, kondisi ini biasanya diikuti dengan rasa sakit atau kram pada perut.

"Perubahan pola buang air besar. Kadang-kadang sulit, kadang-kadang diare. Ini akan bergantian karena ada benjolan di dalam usus besar tersebut," ucap dr Wifanto.

Kanker usus besar dapat terjadi di kedua bagian yaitu sisi kanan atau kiri. Beda bagian, beda juga masalah buang air besar yang dirasakan. Jika terjadi di usus sebelah kiri, biasanya akan kesulitan buang air besar dan disertai darah. Sedangkan sebelah kanan, ditandai dengan terlalu sering buang air besar yang dicampur dengan adanya darah berwarna kecokelatan.

Adanya darah dalam feses

Tak hanya permasalahan ketika buang air besar, gejala lain dari kanker usus besar adalah ditemukannya darah yang tercampur dalam feses.

"Kanker usus besar biasanya ada di atas (tubuh bagian dalam), sehingga risiko tercampur dengan kotoran itu mulai ada. Jadi ketika kita buang air besar terus tercampur dengan kotoran, itu di sela-sela kotoran dan umumnya darah dari usus besar," ujarnya kepada detikcom.

Penurunan berat badan

Gejala kanker usus besar lainnya yang dapat diketahui adalah penurunan berat badan tanpa ada penyebab yang jelas.

"Kalo seseorang turun berat badan karena diet itu wajar, tetapi kalo merasa biasa, makannya biasa, tapi berat badan terus turun drastis itu perlu dicurigai adanya kelainan dari usus besar itu," jelasnya.

Pemeriksaan Kanker Usus Besar

  • CT Scan
  • Teropong usus
  • Pemeriksaan feses
  • USG

Makanan hidup yang harus dihindari agar mencegah terjadinya Kanker Usus Besar

  • Sering konsumsi makanan dan minuman tinggi gula
  • Kebanyakan makanan instan
  • Terlalu sering mengonsumsi daging merah


Simak Video "Kasus Covid-19 di Yogyakarta Melandai, Siap Jadi Endemi?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT