ADVERTISEMENT

Senin, 08 Agu 2022 12:43 WIB

Dokter Tak Sarankan Bawa Bayi Naik Motor, Kalau Nggak Punya Mobil Gimana?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Meski berbahaya, sejumlah pemudik masih nekat membawa anak mereka dengan sepeda motor. Anak-anak dipaksa menempuh perjalanan jauh dan melelahkan. Kala pengendara motor membawa anak bepergian. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Viral bayi usia 6 bulan meninggal dunia usai dibawa berkendara motor dari Tegal menuju Surabaya untuk menonton pertandingan bola. Dokter sempat menyebut ada cairan di paru-paru sang bayi sebelum meninggal.

Menanggapi kasus tersebut, spesialis anak dr Kurniawan Satria Denta, MSc, SpA, mengatakan membawa bayi berkendara dengan motor sangat berisiko. Bayi belum mampu menopang kepala sehingga rentan terjadi cedera.

dr Denta mengatakan ada baiknya untuk tidak membawa bayi berkendara dengan sepeda motor. Pun jika terpaksa, bisa membawa bayi dengan menggunakan transportasi umum.

"Orang tua nggak perlu menyiapkan mobil sebenarnya. Yang lebih urgent untuk disiapkan adalah baby car seat/carrier. Jadi kalo dalam keadaan urgent, bisa pake transportasi umum/taksi/bis dll, tapi diletakkannya di baby car seat itu," kata dr Denta saat dihubungi detikcom, Senin (8/8/2022).

Kapan idealnya anak dibawa berkendara dengan motor?

Dokter yang berpraktek di Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, ini mengatakan anak baru boleh naik motor jika di usianya, dia sudah bisa menginjakkan kaki di sadel motor.

"Anak bisa dibawa naik motor ketika mereka sudah bisa menginjakkan kaki di sadel/footstep motor. Tidak dibawa naik motor (jika masih bayi)," tegasnya.



Simak Video "Dokter Bicara soal Viral Bayi 6 Bulan Meninggal Usai Dibawa Ortu Motoran"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT