ADVERTISEMENT

Senin, 08 Agu 2022 17:32 WIB

Putra Joe Biden Terobsesi Foto Telanjang-Ukuran Mr P, Disebut Idap Penyakit Ini

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
UNITED STATES - JULY 7: Hunter Biden, left, the son of President Joe Biden, his wife Melissa Cohen, and former Sen. Joe Lieberman, I-Conn., attend a ceremony to present the Presidential Medal of Freedom, the nations highest civilian honor, to 17 recipients at the White House on Thursday, July 7, 2022. (Tom Williams/CQ-Roll Call, Inc via Getty Images) Hunter Biden. (Foto: CQ-Roll Call, Inc via Getty Imag/Tom Williams)
Jakarta -

Putra pertama Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Hunter Biden, mengungkapkan obsesinya melakukan selfie telanjang dan memperlihatkan penisnya. Ia merasa sangat menyukai penisnya yang berukuran 9 inci atau sekitar 22 sentimeter.

Dalam hard drive milik Hunter, terlihat banyaknya foto saat dirinya telanjang dan catatan penggunaan narkoba, dan foto-foto penisnya dalam berbagai kondisi. Hal ini diungkap oleh tim dari New York Post melalui laptop yang ditinggalkan Hunter pada 2019 lalu.

Di dalam catatan tersebut, Hunter menyebut dirinya mengidap 'body dysmorphia disorder'. Menurutnya, kondisi itulah yang menjadi alasannya terobsesi pada penis dan selfie telanjangnya.

"Saya senang diyakinkan bahwa penis saya yang berukuran 9 inci ini sebenarnya sangat besar. Mungkin terdengar lucu bagi Anda, tetapi ini adalah dismorfia tubuh," tulis Hunter pada 12 Juli 2018 dalam catatan tersebut, dikutip dari New York Post, Senin (8/8/2022).

"Saya tahu penis saya hampir dua kali lebih besar dari ukuran rata-rata penis pria," sambungnya.

Dikutip dari Mayo Clinic, body dysmorphia disorder atau gangguan dismorfik tubuh adalah kondisi kesehatan mental saat seseorang tidak bisa berhenti memikirkan kekurangan atau cacat pada penampilan tubuh.

Kondisi ini mungkin bisa membuat seseorang merasa sangat malu, cemas, hingga jauh dari kehidupan sosial. Selain itu, orang yang mengidap kondisi ini akan sangat fokus pada penampilan atau tubuh, sehingga terus menerus mengecek penampilan.

Psikoterapis di New York City Alyson Cohen mengatakan kondisi Hunter ini mungkin dipengaruhi oleh masa lalunya. Hal itu yang membuatnya sangat terobsesi pada penisnya.

"Kedengarannya seperti itu adalah kompensasi yang berlebihan. Di masa lalu (Hunter) mungkin merasa ada sesuatu yang kurang dan sepertinya dia mendasarkan banyak nilai internalnya dengan penisnya," kata Cohen, psikoterapis yang juga merawat pasien dengan kondisi tersebut.



Simak Video "Epidemiolog: Status Pandemi Dicabut Bukan Akhir dari Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT