ADVERTISEMENT

Kamis, 11 Agu 2022 18:30 WIB

Puncak Omicron Diprediksi Bakal Lebih Lama, Bisa Jadi Akhir Agustus

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sejumlah warga melintas di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarya Pusat, Senin (4/7). Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Puncak Omicron BA.5 sebelumnya diprediksi tiba akhir Juli 2022. Perkiraan tersebut menyesuaikan tren pola BA.5 di Afrika Selatan yang mencapai puncak 30 hari setelah kasus Omicron baru ditemukan.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr Maxi Rein Rondonuwu menyebut pola tren kenaikan kasus Omicron di Afrika Selatan dan Indonesia ternyata berbeda. Terlebih, setelah ditemukannya Omicron BA.2.75, kemungkinan gelombang kasus Omicron baru bakal bertahan lebih lama.

"Iya memang kalau kita mengikuti Omicron BA.4 BA.5, pola di Afsel ditemukan itu puluhan ribu kasus, tapi kita tidak mengikuti pola itu," sebutnya saat ditemui detikcom di Jakarta Pusat, Kamis (11/8/2022).

Baru-baru ini, subvarian Omicron BA.4.6 juga dilaporkan di lebih dari 40 negara, mulai merebak di Amerika Serikat. Maxi memastikan pemerintah belum resmi melaporkan kasus tersebut.

"Iya bisa juga yah sudah ada, tapi belum diidentifikasi," kata Maxi.

"Kita sudah ada BA.4, BA.5, BA.2.75, subvarian Omicron ini yang menyebabkan kita lama turun peak-nya," lanjut dia.

Maxi tidak menutup kemungkinan puncak kasus Omicron baru terlewati di akhir Agustus, seperti perkiraan para epidemiolog. Namun, di sisi lain ia juga berharap tidak ada varian baru lagi yang dilaporkan di Indonesia.

"Bisa saja Agustus, kalau lihat tren sekarang, tapi semoga saja nggak ada varian baru lagi ya," pungkas dia.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT