ADVERTISEMENT

Kamis, 11 Agu 2022 19:00 WIB

Viral Pria 'Mouthtaping' Plester di Mulut buat Stop Ngorok, Aman atau Bahaya?

Irene Putri Wibowo - detikHealth
mouthtaping viral tiktok Foto: Tangkapan layar akun Tiktok Bagus Noprimana @bosancukur (diambil atas izin yang bersangkutan)
Jakarta -

Seorang pengguna TikTok dengan username @bosancukur viral setelah membagikan kisah dirinya menggunakan 'Mouthtaping' selama tiga tahun. Diketahui, mouthtaping adalah plester yang ditempelkan pada mulut dan digunakan sepanjang malam saat tidur untuk menghentikan kebiasaan mengorok.

Metode ini sering digunakan oleh banyak orang agar mulutnya tidak 'menganga' hingga menimbulkan suara dengkuran yang keras saat tidur.

"Saya pakai mouthtaping bukan buat ngilangin 'ngorok' tapi untuk mengurangi tidur dengan kondisi mulut menganga atau terbuka," ujar Bagus Noprimana (pemilik akun TikTok @bosancukur) pada detikcom, Selasa (9/8/2022).

Amankah Digunakan Bertahun-tahun?

Praktisi Kesehatan Tidur Sleep Disorder Clinic dari Mitra Keluarga Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RPSGT atau yang akrab disapa 'dr Ade' mengatakan bahwa mouthtaping aman digunakan. Dengan syarat, orang yang menggunakan tidak memiliki masalah pernapasan.

Menurutnya, masalah utama di balik kebiasaan 'ngorok' adalah sleep apnea, yakni gangguan pernapasan saat tidur. Pengidapnya akan mengorok secara berkelanjutan. Pada kondisi tersebut saluran pernapasan akan tersumbat pada bagian dalam, sehingga pengidap merasa seperti dicekik kemudian terbangun.

"Jika seseorang yang 'ngoroknya' ringan, tentu mouthtaping akan membantu. Kalau 'ngorok' kan mulutnya terbuka, kemudian akibat getaran vibrasi juga dapat memicu radang tenggorokan serta rasa kantuk yang berkurang, tentu dengan metode mouthtaping ini akan membantu," jelas dr Ade saat dihubungi detikcom, Selasa (9/8).

"Kalau sudah menggunakan mouthtaping tetapi 'ngoroknya' tak kunjung reda, lebih baik diperiksakan saja. Karena kita tidak akan tahu jika tidak melalui pemeriksaan. Bila pemeriksaan menunjukkan adanya sleep apnea, segera tangani dan jangan dianggap sepele," imbuhnya.

Menurutnya, mouthtaping boleh dicoba oleh siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa untuk mencegah ngorok. Asalkan, fungsi pernapasan orang tersebut tidak sedang terganggu, dan tidak ada penyakit pernapasan seperti sinusitis.



Simak Video "Menakuti Bocah Pakai Suara 'Cekikikan' Hantu Bisa Timbulkan Trauma"
[Gambas:Video 20detik]
(Irene Putri Wibowo/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT