ADVERTISEMENT

Jumat, 12 Agu 2022 14:01 WIB

Miris! Remaja 17 Tahun Sakit Paru Gegara Nge-vape dan Merokok

Vidya Pinandhita - detikHealth
ilustrasi vape Foto: iStock
Jakarta -

Dokter menegaskan, rokok elektrik dan vape bukan solusi untuk berhenti merokok. Pasalnya sama bahayanya dengan rokok konvensional, asap dari vape pun berisiko memicu sederet penyakit pernapasan termasuk bronkitis, radang paru, hingga kanker.

Sejauh ini, kasus pasien berusia muda terkena penyakit pernapasan akibat vape memang lebih banyak dilaporkan dari luar negeri. Pada beberapa kasus, terjadi kebocoran paru-paru akibat penggunaan vape, sehingga pasien harus dipasang selang.

Namun Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) menjelaskan, di Indonesia pun ada kasus pasien berusia belasan tahun mengalami penyakit pernapasan imbas penggunaan vape. Tak terkecuali, pada orang-orang yang menggunakan vape sembari tetap mengkonsumsi rokok konvensional (dual user).

dr Agus menjelaskan, salah satu pasien yang ditanganinya berusia 17 tahun, mengalami keluhan sesak napas dan batuk-batuk. Pasien tersebut tidak memiliki riwayat asma maupun TBC. Diketahui, pasiennya tersebut merupakan dual user yang rutin menggunakan vape dan rokok konvensional.

"Laki-laki 17 tahun datang dengan keluhan sesak napas dan batuk-batuk, tidak punya TBC dan tidak punya asma," terangnya dalam konferensi pers virtual terkait Dukungan Revisi PP109/2021 dari Organisasi Profesi Kesehatan, Jumat (12/8/2022).

"Saya foto (rontgen), gambarannya emfisematous. Ini terjadi penyempitan saluran napas kalau tidak asma. Dia dual user, jadi menggunakan vape dan rokok elektronik," sambung dr Agus.

Ia menegaskan, dual user memiliki risiko asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) lebih besar dibanding pengguna vape atau rokok lainnya.

"Dia vape, dia pakai rokok konvensional, maka risikonya asma. Pasti sesak, dikasih obat-obat asma saat ini sedang dalam pengawasan. Saya minta stop dual user-nya itu," pungkas dr Agus.



Simak Video "Rokok Elektrik Vs Rokok Konvensional, Mana yang Lebih Berbahaya?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT