ADVERTISEMENT

Sabtu, 13 Agu 2022 17:08 WIB

Terpopuler Sepekan

Menkes Buka-bukaan, Ini Daftar 4 Penyakit yang Bikin BPJS Kesehatan Tekor

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Mahkamah Agung (MA) mengabulkan judicial review Peraturan Presiden (Perpres) tentang Jaminan Kesehatan. Hasilnya, kenaikan iuran BPJS dibatalkan. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkap empat penyakit yang menjadi biang kerok tekornya BPJS Kesehatan. Ini juga termasuk penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di Indonesia.

Disebutkan Menkes Budi, keempat penyakit itu yakni penyakit jantung, kanker, stroke, hingga ginjal.

"Paling banyak meninggal urutannya jantung, kanker, stroke, ginjal. BPJS Kesehatan juga paling banyak biayanya jantung, cancer, stroke, ginjal jadi kita fokusnya ke sana dulu," beber Menkes Budi dalam konferensi pers, Rabu (10/8/2022).

Penyakit yang paling bikin 'tekor' BPJS Kesehatan

  • Penyakit jantung: Rp 10,3 triliun
  • Kanker: Rp 2,8 triliun
  • Stroke: Rp 2,5 triliun
  • Gagal ginjal: Rp 2,3 triliun
  • Thalassemia: Rp 109,2 miliar

Sebagai contoh, Menkes Budi menyebutkan penyakit jantung. Jika seseorang mengalami sakit jantung, tindakan paling dasar adalah pemasangan ring.

"Kalau pasang ring saja sudah susah, mesti bedah jantung, jadi waktu saya tanya ke teman-teman RS Harapan Kita. Nggak sampai 200 dari 514 kabupaten/kota, atau 28 dari 34 provinsi," ungkap Menkes Budi.

"Jadi, saya bilang kalau ada orang kena sakit jantung di Maluku terus gimana? Serangan jantung, iya kita mesti berdoa kalau dibawa ke Manado, Makassar, masih hidup, kan sedih kita, oleh karena itu kita mulai mau mengejar ketertinggalan itu," jelasnya.

Kondisi serupa juga terjadi pada kasus pelayanan kesehatan stroke hingga gagal ginjal. Menkes menyebut banyak layanan dasar yang tidak bisa melayani sederet penyakit itu, sehingga kasus kematian yang membutuhkan penanganan darurat tinggi.



Simak Video "Dirut BPJS Pastikan Pengobatan Penyakit Kawasaki Ditanggung BPJS"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT