ADVERTISEMENT

Selasa, 16 Agu 2022 15:08 WIB

Diidap Anak Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie, Apa Itu Rabun Dekat?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Nastusha Olivia Alinskie Nastusha Olivia Alinskie. Foto: Instagram
Jakarta -

Putri dari selebriti Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie, Nastusha Olivia Alinskie, disebut mengalami rabun dekat. Imbas kondisi tersebut, gadis kecil berusia lima tahun tersebut harus menggunakan kacamata.

"So di akhir Juli ini akhirnya Nastusha harus memakai kacamata, ditambah sudah masuk ke Primary School dengan jumlah anak-anak yang sekelasnya ada banyak dan ruangan pun lebih besar dokter mata Nastusha mengharuskan Nastusha untuk memakai kacamata," tertulis dalam unggahan Instagram @nastusha.olivia.alinskie yang dipegang oleh kedua orangtua Nastusha.

Lebih lanjut, akun tersebut menjelaskan bahwa kini Nastusha tengah menjalani pengobatan berupa pemberian vitamin mata disertai penggunaan kacamata. Pihaknya berharap dalam dua bulan mendatang, kondisi mata Nastusha sudah berkembang membaik ketika check up kembali ke dokter.

[Gambas:Instagram]

"Nastusha mengalami mata plus dan sedang dalam sedang di-treatment matanya (dikasih vitamin mata, tetes mata dan kacamata. Lalu dipantau dua bulan lagi melihat perkembangan matanya)," sambung keterangan unggahan tersebut.

Dikutip dari Healthline, pengidap rabun dekat bisa melihat objek yang berjarak jauh dengan jelas, namun buram ketika melihat objek yang jaraknya dekat. Kondisi ini disebut juga sebagai 'hiperopia'.

Terdapat berbagai tingkat rabun jauh, tergantung pada kemampuan mata dalam fokus kepada objek jarak dekat. Umumnya, rabun jauh dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Beberapa pengidap hiperopia juga menjalani operasi refraktif.

Kok Bisa Anak Kecil Kena Hiperopia?

Dikutip dari Kids Health, hiperopia dapat terjadi jika bola mata terlalu pendek atau jika kornea terlalu sedikit melengkung. Sejumlah dokter meyakini, kondisi ini terkait dengan faktor genetik.

Hiperopia dapat memicu kelelahan mata, sakit kepala, dan mata juling. Hiperopia ringan banyak terjadi pada bayi dan anak-anak, tetapi juga dapat mempengaruhi orang dewasa. Kebanyakan kasus hiperopia pada orang dewasa baru muncul seiring pertambahan usia.

Hiperopia ringan mungkin tidak memerlukan perawatan khusus karena mata umumnya dapat beradaptasi dan memfokuskan dirinya sendiri. Jika diperlukan, kacamata atau lensa kontak dapat memperbaiki hiperopia pada anak-anak dan remaja.



Simak Video "Ahli Ungkap Tanda Tangis Palsu Meghan Markle di Pemakaman Ratu Elizabeth II"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT