ADVERTISEMENT

Rabu, 17 Agu 2022 18:00 WIB

Balik Lagi di Atas 53 Ribu, Ini Riwayat Kasus Aktif COVID-19 RI Sepekan Terakhir

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sebanyak 17 murid SMAN 2 Bantul, DIY, terkonfirmasi positif COVID-19. Pihak sekolah pun menggelar swab massal kepada guru dan siswa. Foto: Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko
Jakarta -

Indonesia mencatat 5.253 kasus baru COVID-19, Rabu (17/8/2022). Seiring itu, tercatat jumlah kasus sembuh sebanyak 4.324 dan kematian akibat COVID-19 sebanyak 19 kasus.

Hari ini, total kasus COVID-19 terkonfirmasi di Indonesia ada sebanyak 6.297.484. Sementara kasus aktif COVID-19 kini ada 53.132 kasus. Kasus aktif hari ini meningkat 910 kasus dari data sebelumnya pada Selasa (16/8) dengan angka 52.222 kasus.

Berikut riwayat kasus aktif COVID-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir:

  • Rabu (17/8): bertambah 910 kasus menjadi 53.132 kasus aktif
  • Selasa (16/8): berkurang 56 kasus menjadi 52.222 kasus aktif
  • Senin (15/8): berkurang 849 kasus menjadi 52.278 kasus aktif
  • Minggu (14/8): berkurang 479 kasus menjadi 53.127 kasus aktif
  • Sabtu (13/8): bertambah 30 kasus menjadi 53.606 kasus aktif
  • Jumat (12/8): bertambah 847 kasus menjadi 53.576 kasus aktif
  • Kamis (11/8): bertambah 686 kasus menjadi 52.729 kasus aktif

Pekan lalu, Kementerian Kesehatan RI bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melaporkan temuan 98,5 persen warga RI sudah memiliki antibodi terhadap virus Corona. Dibandingkan survei pertama pada Desember 2021, ditemukan baru 87,8 persen.

Namun diketahui, antibodi tersebut tak menjamin warga bebas dari infeksi virus Corona. Hanya saja dengan antibodi yang tinggi berkat cakupan vaksinasi COVID-19 booster yang meluas, risiko gejala berat dan kematian akibat COVID-19 bisa ditekan.

"Hasil dari serosurvey ini menunjukkan ada peningkatan proporsi penduduk yang memiliki antibodi SARS-CoV-2," ungkap peneliti FKM UI Iwan Ariawan dalam konferensi pers Kemenkes, Kamis (11/8).

"Kalau kita lihat kadarnya, ada peningkatan sebesar 4 kali lipat pada antibodi SARS-CoV-2, antibodi untuk COVID-19 di Indonesia, ini kalau dibandingkan dari Desember 2021 dengan Juli 2022," sambungnya.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT