Menkes Sebut RI Sudah Lewati Puncak Omicron BA.4 dan BA.5, Tapi....

ADVERTISEMENT

Round Up

Menkes Sebut RI Sudah Lewati Puncak Omicron BA.4 dan BA.5, Tapi....

Alethea Pricila - detikHealth
Rabu, 24 Agu 2022 05:05 WIB
covid omicron variant alert street sign
Indonesia diklaim sudah melewati puncak Omicron BA.4 BA.5 (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/franckreporter)
Jakarta -

Gelombang COVID-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia sudah terlewati. Hal ini diucapkan oleh Menteri kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil melewati gelombang COVID-19 imbas BA.4 dan BA.5.

"Untuk yang gelombang ini, Indonesia menjadi satu dari segelintir, sedikit negara yang sudah berhasil melampaui gelombang BA.4 dan BA.5 dengan sangat baik. Sekarang ujiannya enam bulan lagi, sekitar bulan Januari, Februari, Maret 2023," ucapnya dalam siaran langsung konferensi pers virtual terkait Ratas Evaluasi PPKM, Selasa (23/8/2022).

Ia juga menambahkan jika Indonesia dapat melampaui 'ujian' enam bulan pada 2023, Indonesia menjadi negara yang dapat menangani pandemi 12 bulan berturut-turut.

Pada kesempatan yang sama, Menkes Budi juga mewanti-wanti adanya varian baru COVID-19 yang akan muncul di Indonesia melihat beberapa negara di Eropa, Amerika, dan Jepang memiliki kasus konfirmasi yang sangat tinggi. Kasus di Eropa dan Amerika mencapai di atas 100 ribu dan Jepang lebih dari 200 ribu sehingga menyebabkan kemungkinan terjadinya mutasi dan muncul varian Corona yang baru.

"Kasus konfirmasi harian setinggi ini pasti akan mengakibatkan terjadinya mutasi dan timbulnya varian baru," jelas Menkes Budi.

Menkes berharap agar lonjakan COVID-19 kelak tidak berimbas besar pada masyarakat Indonesia. Ia juga meminta untuk mempertahankan tingkat imunitas yang sudah tinggi sebab dalam enam bulan mendatang, tingkat imunitas warga RI akan menjadi rendah karena proteksi dari vaksin COVID-19 menurun seiring berjalannya waktu.

"Nanti rencananya di akhir tahun kita akan melakukan vaksinasi terutama diarahkan bagi golongan yang memang imunitasnya rendah. Rencana November kita akan melakukan sero survei lagi untuk melihat daerah-daerah mana yang imunitasnya sudah menurun, kemudian orang-orang mana yang berisiko tinggi," jelasnya.



Simak Video "WHO: 110 Negara Alami Lonjakan Covid-19 Akibat BA.4 dan BA.5"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT