Menkes: Varian Baru Bisa Muncul Awal 2023 Tapi Tak Segalak Omicron, Ini Sebabnya

ADVERTISEMENT

Menkes: Varian Baru Bisa Muncul Awal 2023 Tapi Tak Segalak Omicron, Ini Sebabnya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Rabu, 24 Agu 2022 12:07 WIB
RSD Stadion Patriot Candrabhaga kembali tampung pasien COVID-19 di Bekasi. Per tanggal 9 Februari 2022, RSD Stadion Patriot telah terisi 13 pasien COVID-19.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut gelombang COVID-19 imbas subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia sudah terlewati. Ia juga menyoroti varian Omicron lebih lemah dibanding varian Delta yang merebak dan memicu lonjakan kasus COVID-19 besar-besaran tahun lalu.

"Indonesia menjadi satu dari segelintir, sedikit negara yang sudah berhasil melampaui gelombang BA.4 dan BA.5 dengan sangat baik. Sekarang ujiannya enam bulan lagi, sekitar bulan Januari, Februari, Maret 2023," ungkapnya dalam siaran langsung konferensi pers virtual terkait Ratas Evaluasi PPKM, Selasa (23/8/2022).

"Kalau kita bisa melampaui itu sama seperti sekarang, Indonesia menjadi mungkin selected view negara yang bisa menangani pandemi ini 12 bulan berturut-turut," imbuh Menkes.

Wanti-wanti Varian Corona Baru

Di samping itu, Menkes mewanti-wanti kemunculan varian Corona baru di Indonesia. Pasalnya, ia melihat kasus COVID-19 di Eropa dan Amerika mencapai lebih dari 100 ribu, dan Jepang lebih dari 200 ribu kasus. Menurutnya, kasus konfirmasi yang tinggi tersebut berisiko menyebabkan mutasi dan timbul varian Corona yang baru.

Namun begitu menurutnya, terdapat kemungkinan varian Corona baru yang kelak menyusul tidak akan lebih berbahaya dibandingkan Delta atau Omicron.

"Secara alamiah, virus itu tidak ingin inangnya cepat-cepat mati. Kalau inangnya cepat mati, dianya juga cepat mati. jadi mutasi virus itu akan membuat inangnya lebih susah mati. Itu sebabnya virus yang baru pasti lebih lemah daripada virus yang lama karena dia nggak ingin juga cepat-cepat mati," beber Menkes.

"Itu sebabnya Omicron lebih lemah daripada Delta. Jadi kemungkinan besar nanti mutasi berikutnya dari Omicron pasti akan lebih lemah dari Omicron. Karena dia tidak ingin inang yang menjadi host-nya cepat-cepat meninggal. Supaya dia bisa hidup lebih lama di tubuh inangnya," pungkasnya.

Menkes menjelaskan agar dalam beberapa bulan mendatang kemunculan varian Corona baru tidak terlalu berimbas pada kondisi warga RI, vaksinasi bakal digencarkan pada kelompok rentan.

Sebab berbeda dengan kondisi Februari lalu ketika Omicron merebak, dalam beberapa bulan mendatang, tingkat imunitas warga RI mungkin sudah lebih rendah. Pasalnya, proteksi dari vaksin COVID-19 diyakini menurun dalam beberapa bulan setelah disuntikkan.



Simak Video "Melihat Lebih Dekat Mutasi di Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT