COVID-19 Awalnya Juga Disebut 'Pneumonia Misterius', Potensi Muncul Pandemi Baru?

ADVERTISEMENT

COVID-19 Awalnya Juga Disebut 'Pneumonia Misterius', Potensi Muncul Pandemi Baru?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Senin, 05 Sep 2022 17:05 WIB
3D illustration. Genetic test in test tube.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Geger kemunculan wabah pneumonia 'misterius' di Argentina, kini telah menewaskan lima orang. Sejumlah praktisi kesehatan kini menyorot potensi penyakit tersebut bakal merebak layaknya pandemi COVID-19 yang bermula pada Desember 2019 di Wuhan.

Ahli penyakit menular Profesor Paul Hunter, dari Universitas East Anglia menjelaskan, kasus pneumonia yang tidak bisa dijelaskan kini terjadi dari waktu ke waktu. Seiring itu, ilmuwan lainnya meyakini hingga kini, tidak ada bukti bahwa penyakit tersebut telah menyebar. Walhasil sejauh ini, penyakit tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

Namun para ilmuwan tersebut juga memperingatkan, dunia 'rentan' terhadap pandemi baru. Maka dari itu, rumah sakit didesak untuk tetap waspada terhadap kasus penyakit yang serupa dengan pneumonia.

"Pemberitahuan tentang pneumonia yang tidak dapat dijelaskan ini memang terjadi dari waktu ke waktu. Meskipun sebagian besar wabah seperti itu akhirnya menghilang dengan sendirinya baik ada atau tidak ada diagnosis, itu tidak bisa dijamin," ujar Profesor Hunter, dikutip dari DailyMail, Senin (5/9/2022).

"Yang penting adalah mendapatkan sampel ini diperiksa lebih lanjut untuk mencoba dan mempersempit virus atau bakteri mana yang menjadi pemicu (wabah pneumonia," sambungnya.

Ahli penyakit menular dari Universitas College London, Profesor Francois Balloux, menjelaskan pneumonia dapat disebabkan oleh banyak virus, bakteri dan jamur, atau keracunan bahan kimia. Untuk itu, diperlukan identifikasi formal terkait penyebab di balik kasus pneumonia yang kini mewabah.

Lebih lanjut, penasehat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara terbuka mendukung teori bahwa wabah pneumonia tersebut bisa dipicu oleh bentuk legionella, yakni bakteri yang tumbuh di sistem air. Beredar kabar, gejala pneumonia tersebut mirip dengan COVID-19. Sejauh ini, gejala yang terlaporkan berupa muntah, demam tinggi, diare, dan nyeri tubuh.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT