Denyut Jantung Kerap Tak Karuan? Awas Atrial Fibrilasi, Ini Artinya

Denyut Jantung Kerap Tak Karuan? Awas Atrial Fibrilasi, Ini Artinya

Fadilla Namira - detikHealth
Senin, 05 Sep 2022 19:15 WIB
Denyut Jantung Kerap Tak Karuan? Awas Atrial Fibrilasi, Ini Artinya
Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato
Jakarta -

Jantung merupakan organ utama dari tubuh manusia yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Kinerja dari jantung tersebut dapat dikatakan baik apabila berdetak dengan normal sehingga tidak menimbulkan gangguan irama jantung atau biasa disebut atrial fibrilasi.

Atrial fibrilasi adalah masalah kesehatan yang menyebabkan irama jantung menjadi tidak teratur sehingga ia kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik. Walaupun kondisi ini bisa bersifat insidental (sementara) atau permanen, ia menjadi salah satu gejala utama dari penyakit mematikan, seperti serangan jantung dan stroke.

"Atrial fibrilasi berpotensi membuat gumpalan darah di dalam kuping jantung. Gumpalan tersebut bisa terbawa ke aliran darah menuju otak dan itu akhirnya yang menyebabkan stroke bagi penderita atrial fibrilasi," kata dr Dony Yugo Hermanto, SpJP (K) FIHA, dalam pertemuan yang bertema Mengenal Lebih Jauh Tentang Atrial Fibrilasi di rumah sakit Siloam, Minggu (04/09/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dokter spesialis jantung tersebut, setidaknya di Indonesia ada 600-700 kasus atrial fibrilasi dalam 100 ribu penduduk. Bahkan 1 dari 3 orang berisiko terkena penyakit tersebut, terutama manula di atas 50 tahun.

Gejala yang cukup konsisten dari gangguan irama jantung ini adalah sering berdebar, rasa tidak nyaman di dada, cepat lelah, dan sesak napas.

ADVERTISEMENT

Penyebab Atrial Fibrilasi

1. Degeneratif

Degeneratif adalah penurunan kondisi kesehatan yang disebabkan oleh faktor usia. Penyebab ini memengaruhi banyak organ dan sel jaringan pada tubuh manusia. Tak heran ia menjadi penyakit yang paling sering dialami manula.

2. Hipertensi

Atrial fibrilasi yang disebabkan oleh hipertensi biasanya menjangkiti orang pada usia dewasa. Hal ini menyebabkan sirkulasi pada dinding arteri tidak lancar karena sempitnya aliran darah.

3. Penyakit Jantung

Gagal jantung adalah salah satu penyebab detak jantung tidak normal. Katup jantung yang tidak bekerja dengan benar akan menghambat proses pompa darah sehingga siklusnya terganggu.

4. Tiroid

Tiroid adalah pembengkakan pada area kelenjar gondok. Apabila ini terjadi, hormon tiroid yang buruk akan berdampak langsung pada proses pompa jantung dan sistem saraf.

5. Gangguan tidur

Orang dengan kualitas tidur terganggu akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebab, waktu tidur yang tidak cukup membawa efek buruk bagi kesehatan jantung. Selain itu, ia mengurangi kemampuan berpikir (kognitif), akibatnya membuat penderita lebih mudah terkena stres.

NEXT: Bahaya atrial fibrilasi

Bahaya Atrial Fibrilasi

Pada pemaparan dr. Yugo, ia menjelaskan kalau pengidap atrial fibrilasi meningkatkan risiko kematian sebesar 1,5-3,5 persen dibanding orang normal. Selain itu, penyakit yang paling di sering disebabkan oleh gangguan jantung ini adalah stroke dan gagal jantung sebesar 20-30 persen.

Bahkan, penurunan kualitas hidup lebih dari 60 persen. Maka dari itu, ia berpesan untuk setiap orang penting menjaga dan memperhatikan kualitas hidup.

Bagaimana Penanganannya?

Apabila penyakit ini sudah mulai dirasakan, segeralah berkonsultasi kepada dokter untuk penanganan lebih lanjut. Pengobatan gangguan ini tidak boleh sembarang dilakukan. Biasanya, dokter memberikan ablasi kateter yang bisa dilangsungkan dengan dua cara, yakni panas atau dingin. Cara lainnya dengan implan menggunakan teknologi canggih bernama LAA Closure.

"Ablasi kateter bersifat non invasif, hanya menimbulkan luka di satu titik, di paha kanan dan bisa dilakukan tanpa anestesi umum," jelas dr Yugo.

Halaman 2 dari 2
(naf/naf)

Berita Terkait