Label BPA di Galon Guna Ulang, Peneliti: Niat Mulia Patut Kita Hargai

ADVERTISEMENT

Label BPA di Galon Guna Ulang, Peneliti: Niat Mulia Patut Kita Hargai

Yudistira Perdana Imandiar - detikHealth
Rabu, 07 Sep 2022 18:35 WIB
Galon air mineral
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI tengah merancang aturan pelabelan risiko Bisfenol A (BPA) pada produk Air Minum dalam Kemasan (AMDK). Regulasi tersebut bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat dari risiko paparan BPA.

Dosen dan peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dan Seafast Center-Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Nugraha Edhi Suyatma mengatakan regulasi yang digodok BPOM soal label BPA cukup berdasar.

"Sebenarnya wacana BPOM ini kan ingin membuat masyarakat Indonesia aman. Niat mulia ini patut kita hargai," kata Nugraha dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (7/9/2022).

Mengenai pasal revisi terkait regulasi BPOM, Nugraha mengatakan seharusnya semua pihak melihat pasal yang menyebutkan ada pengecualian kalau nantinya tidak terdeteksi limit BPA pada galon polikarbonat yang diperiksa.

"Kalau nantinya memang tidak terdeteksi, karena deteksi limit pada kemasannya nanti hanya 0,01 mg.kg, maka seharusnya tidak perlu lagi mencantumkan label 'Berpotensi Mengandung BPA'," jelas Nugraha.

Rancangan regulasi pelabelan BPA pada AMDK galon guna ulang polikarbonat dilakukan pasca-BPOM menyelenggarakan survei terhadap AMDK galon, baik di sarana produksi maupun peredaran. Survei lapangan dilakukan sepanjang 2021-2022.

Selain melakukan survei lapangan sendiri, BPOM juga mempertimbangkan tren pengetatan regulasi BPA di luar negeri. Sebagai contoh, Pada 2018, Uni Eropa menurunkan batas migrasi BPA yang semula 0,6 bpj menjadi 0,05 bpj.

Beberapa negara, seperti Perancis, Brazil, serta negara bagian Vermont dan Distrik Columbia di Amerika Serikat sudah melarang penggunaan BPA pada kemasan pangan, termasuk AMDK.

Negara bagian California di Amerika Serikat juga sudah mengatur pencantuman peringatan label bahaya BPA pada kemasan produk pangan olahan.

Dengan semua pertimbangan itu, BPOM lalu melakukan perubahan Perka BPOM No 31 tahun 2018 tentang label pangan olahan. Revisi Perka BPOM No 31 tahun 2018 terkait pelabelan BPA pada AMDK galon guna ulang ini adalah untuk melindungi kesehatan masyarakat.



Simak Video "Digugat Soal Cemaran EG di Obat Sirup, BPOM: Silakan Saja Berproses"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT