BPOM Pastikan Kecap Manis-Saus ABC Tak Ikut Ditarik di RI, Ini Temuannya

ADVERTISEMENT

BPOM Pastikan Kecap Manis-Saus ABC Tak Ikut Ditarik di RI, Ini Temuannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 08 Sep 2022 07:20 WIB
Jakarta -

Belakangan penarikan kecap manis hingga saus ABC di Singapura menjadi sorotan banyak publik. Muncul kekhawatiran di tengah Badan Pengawas Pangan Singapura (SFA) menemukan kandungan alergen tanpa dicantumkan di label produk kecap manis ABC hingga saus ABC sambal ayam goreng.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM RI, Rita Endang memastikan kedua produk tersebut tak akan ikut ditarik di Indonesia. Pasalnya, produk yang beredar di Indonesia dinyatakan aman dan ketentuan pencantuman label sudah dilakukan sesuai regulasi, termasuk kandungan alergen.

"Ya, tidak akan ditarik. Sudah sesuai regulasi. Pada peredaran juga menggunakan label yang disetujui oleh BPOM. Sudah mencantumkan informasi terkait alergen," terang Rita saat dihubungi detikcom Rabu (7/9/2022).

Ia kemudian mengklarifikasi, produk kecap manis dan saus ABC sambal ayam goreng di Singapura bukan merupakan produk yang dikhususkan untuk ekspor alias tidak berasal dari distributor resmi. Adapun produk yang beredar di Singapura, hanya menambahkan keterangan sticker terkait penerjemahan informasi kandungan produk, sehingga beberapa informasi tertinggal seperti salah satunya, kandungan alergen.

Seperti diberitakan sebelumnya, SFA juga menekankan kandungan alergen yang ditemukan tidak melanggar batasan ketentuan pangan.

"Betul informasi alergen wajib dicantumkan di label pangan, demikian juga di Indonesia. Ketentuan mengenai alergen yang sudah diatur oleh Badan POM Indonesia (Peraturan BPOM No 20 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan No 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan) dan Singapore Food Agency/SFA (Sale of food act (chapter 283, section 56(1)) : Food Regulations)," lanjut Rita.

"Kami sudah lakukan penelusuran dan komunikasi dengan PT. Heinz ABC. Temuan SFA bukan merupakan produk yang didedikasikan untuk ekspor Singapura dan hanya diedarkan di Indonesia. Produk yang ditemukan tersebut menggunakan label lokal Indonesia yang distiker dengan label tambahan berbahasa Inggris namun tidak lengkap mengadopsi seluruh informasi pada label," pungkas dia.

(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT