Hasil Lie Detector Istri Sambo Masih Misteri, Ini Faktor yang Pengaruhi Tes

ADVERTISEMENT

Hasil Lie Detector Istri Sambo Masih Misteri, Ini Faktor yang Pengaruhi Tes

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 08 Sep 2022 14:11 WIB
Putri Candrawathi sempat memakaikan masker untuk suaminya Ferdy Sambo saat keluar rumah usai rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. Begini momennya.
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Psikolog forensik Reza Indragiri menjelaskan cara kerja lie detector untuk mendeteksi kebohongan. Belakangan lie detector ramai menjadi pembahasan di media sosial lantaran dipakai kepolisian untuk mengungkap pernyataan saksi maupun tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, termasuk istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Menurutnya, lie detector bekerja untuk mengidentifikasi perubahan fisiologis yang terjadi pada seseorang. Bisa meliputi detak jantung, banyaknya keringat yang menetes, hingga suhu badan yang meningkat.

Ketiganya menjadi beberapa faktor kesimpulan lie detector. Kesimpulan yang nantinya dianalisis para ahli atau investigator hanya berdasarkan respons fisiologis yang signifikan.

"Penggunaan lie detector memang theoretical, tapi saya yakin betul alat ini tidak membandingkan perkataan dengan kenyataannya. Tapi alat ini semata-mata membaca respons fisiologis manusia, apa itu misalnya, suhu badan naik, keringat menetes lebih deras tubuh terasa lebih tegang, otot-ototnya," kata Reza dalam keterangan yang diterima detikcom Kamis (8/9/2022).

"Terus kalau seseorang diperiksa dengan serangkaian pertanyaan, terlihat perubahan fisiologis yang ekstrem, maka fisiologis signifikan itulah yang dianggap bahwa yang bersangkutan sedang berbohong, jadi itu yg sebenarnya diperiksa oleh lie detector, memeriksa kondisi fisiologis," sambung dia.

Pasalnya, ia khawatir jika perubahan fisiologis tersebut diartikan secara keliru, sehingga sulit untuk langsung mengambil kesimpulan apakah yang bersangkutan berbohong atau jujur. Ia meyakini, hingga kini tidak ada satupun perubahan fisiologis yang benar-benar bisa memastikan seseorang tengah berbohong.

Reza menggambarkan, saat seseorang mengalami suhu tinggi yang erat dikaitkan dengan kriteria berbohong, bisa saja penafsiran ahli menjadi keliru lantaran orang tersebut tengah panas akibat sakit demam.

Begitu juga sebaliknya, jika seseorang tengah mengatur respons fisiologis mereka untuk tetap tenang dan sudah mempersiapkan diri untuk tes lie detector, hasilnya menjadi bias dan kesimpulan ahli bisa jadi salah. Itulah yang kemudian dikhawatirkan Reza.

Ia menyarankan penggunaan lie detector tidak dipakai untuk mengkategorikan secara pasti seseorang jujur atau berbohong. Mengungkap fakta disebutnya lebih baik fokus dilakukan melalui rekonstruksi.

"Masalahnya coba tunjukkan kepada kita semua adakah respons fisiologis manusia yang secara mutlak tidak bisa dibantah, itulah penanda respons fisiologis sedang berbohong, saya yakin tidak ada," tuturnya.

Simak Video: Mengenal Lie Detector yang Dipakai Dalam Pemeriksaan Ferdy Sambo Cs

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT