Dibully Gegara Gesture 'Bencong' yang Ternyata Gejala Autis, Pria Ini Beri Pesan

ADVERTISEMENT

Dibully Gegara Gesture 'Bencong' yang Ternyata Gejala Autis, Pria Ini Beri Pesan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selasa, 13 Sep 2022 21:01 WIB
ilustrasi bullying
Ilustrasi bullying (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Viral curhat pria baru tahu mengidap autisme ringan di usia 30 tahun. Berawal dari korban bullying sejak kecil hingga SMP, gesturnya disebut feminin hingga dicap 'bencong'.

Ia tak bisa menahan gestur tertentu lantaran selalu muncul rasa sakit jika menolak respons fisik yang kadang tak disadari. Dirinya lantas pergi ke psikolog dengan niat awal mengeluhkan traumanya.

Setelah diperiksa, rupanya bukan trauma yang Bayu alami, ia dinyatakan sebagai penyandang asperger melalui hasil assesment pakar.

"Ternyata itu gestur-gestur stimming autisme," cerita Bayu saat dikonfirmasi detikcom Selasa (13/9/2022).

Apa itu gestur stimming?

Dikutip dari Medical News Today, stimming adalah perilaku stimulasi diri yang biasanya melibatkan gerakan tubuh berulang atau gerakan objek berulang. Jenis perilaku ini umum terjadi pada individu autis. Stimming dapat mencakup penggunaan semua indera.

Ada beberapa jenis stimming salah satunya terkait indera pendengaran.

Ini mungkin termasuk perilaku seperti suara vokal, bersenandung, mengetuk benda atau telinga, menutupi dan membuka telinga, hingga menjentikkan jari secara berulang.

Karenanya, pria asal Malang tersebut berpesan agar orang dengan keluhan serupa seperti yang dialaminya, tidak ragu untuk segera mendatangi profesional. Bayu mewanti-wanti untuk tidak melakukan self-diagnosis atau analisa sendiri.

"Untuk orang yang merasa ragu dengan kondisi dirinya atau buah hatinya, periksa ke ahli gak akan ada salahnya. Apalagi jika yakin ada yang tidak beres," katanya.

Ia juga menyarankan, beberapa orang yang mungkin bertemu dengan penyandang asperger, lebih baik menegur jika ada perilaku yang mengganggu.

"Itu tidak akan menyakiti dia, malah menambah wawasan dia untuk tahu apa yang perlu diadaptasi dan dimengerti, saling belajar mengenal perspektif asperger dan yang non, daripada menjauhi apalagi merundung," pesan dia.



Simak Video "Viral 'Fetish KTP' Diduga Penipuan, Ini Kata Dokter Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT