Produsen AMDK Diminta Serius Atasi Problem Sampah Plastik

ADVERTISEMENT

Produsen AMDK Diminta Serius Atasi Problem Sampah Plastik

Dea Duta Aulia - detikHealth
Kamis, 15 Sep 2022 09:02 WIB
Sampah Plastik
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Pegiat lingkungan meminta produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) serius atasi masalah sampah Plastik. Pasalnya, kemasan kecil yang kerap dihadirkan oleh produsen menyumbang kontribusi besar terhadap pencemaran sampah plastik.

Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Air Kemasan Indonesia (Aspadin) menjabarkan, Produksi kemasan gelas bersedotan 220 ml, 10.4 milyar pcs/tahun. Menyumbang timbulan sampah sekali pakai 46 ribu ton/tahun, atau 26% dari total timbulan sampah AMDK. Sumbangan sampah market leader di kemasan ini disebut 5300 ton/tahun.

"Dalam operasional sehari-hari, kami bisa buktikan bahwa sampah kemasan kecil tak punya nilai bagi industri daur ulang. Makanya kemasan kecil inilah yang menjadi persoalan sampah sesungguhnya, berpotensi tercecer, sulit dipungut dan menambah timbulan sampah," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) dan Anggota Dewan Pengarah dan Pertimbangan Persampahan Nasional Saut Marpaung dalam keterangan tertulis, Kamis (15/9/2022).

Ia menambahkan, hal tersebut juga tidak sesuai dengan peraturan yang dibuat pemerintah untuk mengurangi sampah.

"Tak sesuai dengan Permen KLHK no 75 tahun 2019, mengenai peta pengurangan sampah dan usaha phasing out kemasan di bawah 1 liter," kata Saut.

Saut menjelaskan, produsen air kemasan jangan melakukan strategi greenwashing yang menyesatkan. Menurutnya, jika penyesatan opini dilakukan maka bisa menambah persoalan sampah.

"Fakta di lapangan, market leader ini penuh dengan problem sampah dan lingkungan. Dan fakta-fakta timbunan sampah plastik mereka, dialihkan kepada pesaing. Sikap dan opini greenwashing itu yang mereka gencarkan, terutama kini dalam merespon BPOM," jelasnya.

"Penyesatan opini yang hanya menargetkan pesaing utama mereka sekarang ini, galon sekali pakai sebagai berpotensi menambah persoalan sampah, itu aneh, primitif. Tak bisa ditutupi adanya konflik kepentingan kalau bicara persoalan sampah plastik," sambungnya.

Sementara itu, LSM Net Zero Waste Consortium Ahmad Safrudin menerangkan, jika masalah sampah plastik yang disebabkan oleh kemasan kecil tidak segera diatasi maka berpotensi memberikan citra negatif kepada Indonesia. Oleh karena itu, produsen AMDK harus serius dalam mengatasi masalah tersebut.

"Reputasi Indonesia terpuruk di mata dunia sebagai salah satu polutan sampah plastik terbesar di dunia, karena sampah kemasan saset, gelas, sedotan dan botol plastik dibuang di darat, di sungai dan menyampah di laut," tutupnya.



Simak Video "Warga Parepare Ubah Sampah di Pantai Jadi Seni Ekobrik"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT