Alasan Quiet Firing Bikin Karyawan Tak Tahan Ingin Resign

ADVERTISEMENT

Alasan Quiet Firing Bikin Karyawan Tak Tahan Ingin Resign

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Minggu, 18 Sep 2022 12:01 WIB
Sad fired crying female secretary. Dismissed office manager woman lying on her workplace desk in desperation
Ilustrasi quiet firing. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Viral istilah quiet firing alias diam-diam dipecat atau karyawan dipaksa resign secara halus. Dikutip dari Times of India, tren ini berkaitan dengan bos yang menghalangi karyawan untuk berkembang, sehingga sulit mendapatkan promosi atau kenaikan gaji.

Apa efeknya?

Efeknya tentu karyawan tak tahan ingin mengundurkan diri atau resign. Salah satunya, karena merasa sering tidak dilibatkan dalam pekerjaan. Mereka juga bisa memutuskan resign lantaran berpikir atasan akan segera memecat mereka.

Pada akhirnya, karyawan menghindari kemungkinan reputasi buruk yang bisa tercatat dalam riwayat pekerjaan, sehingga memutuskan resign alih-alih dipecat. Quiet firing diyakini bisa membuat lingkungan kerja sangat melelahkan, tidak produktif, bahkan toxic. Karyawan merasa demotivasi atau kehilangan motivasi untuk bekerja di lingkungan semacam itu.

Kebiasaan Quiet Firing

Bos yang tidak memiliki kepercayaan diri untuk memberikan feedback atau umpan balik yang jujur kepada karyawannya cenderung 'memecahkan' karyawan secara diam-diam. Beberapa atasan mungkin tidak memiliki waktu, kesabaran, atau energi untuk membuat karyawan mereka memahami dengan bijaksana sehingga menggunakan tindakan quiet firing. Pada akhirnya, karyawan yang dinilai tidak produktif berinisiatif untuk resign.

"Quiet firing adalah ketika seorang bos mencoba mendorong karyawan resign dari perusahaan, dengan membuat tempat kerja menjadi sangat toxic sehingga orang tersebut ingin resign, dengan menggunakan taktik yang menurunkan harga diri, menjatuhkan kepercayaan diri karyawan," jelas Cara de Lange, pakar burnout internasional dan pendiri serta CEO Softer Success.

"Perilaku toxic itu bisa terang-terangan seperti intimidasi di tempat kerja, permainan kekuasaan yang tidak nyaman, ekspresi kemarahan yang tidak pantas atau dapat muncul dengan cara yang lebih halus seperti tidak ada obrolan tentang kemajuan pekerjaanmu," sebutnya.



Simak Video "Aksi Nakes Live Streaming Prosesi Lahiran Tuai Protes Warganet"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT