Ratu Elizabeth II Dimakamkan, Pakar Jelaskan Alasan Banyak Orang Ikut Berduka

ADVERTISEMENT

Ratu Elizabeth II Dimakamkan, Pakar Jelaskan Alasan Banyak Orang Ikut Berduka

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Selasa, 20 Sep 2022 08:37 WIB
The coffin of Queen Elizabeth II, draped in the Royal Standard with the Imperial State Crown and the Sovereigns orb and sceptre, during the Committal Service at St Georges Chapel in Windsor Castle, Berkshire. Picture date: Monday September 19, 2022.  Joe Giddens/Pool via REUTERS
Pemakaman Ratu Elizabeth II. Foto: via REUTERS/POOL
Jakarta -

Pada Senin (19/9/2022), jenazah Ratu Elizabeth II telah dimakamkan di Kapel St George, Kastil Windsor, London, Inggris. Sang Ratu disemayamkan bersama mendiang suaminya, Pangeran Philip.

Prosesi pemakaman dihadiri oleh Raja Charles III beserta anggota kerajaan lainnya. Sebelumnya, ratusan pelayat datang memberi penghormatan atas kematian Ratu Elizabeth II. Para pelayat ini bahkan rela antre selama berjam-jam untuk ikut memberi penghormatan terakhir.

Menurut psikolog Noel McDermott tidak ada salahnya merasa sedih dan kehilangan atas seseorang yang tidak berhubungan langsung dengan kita. Begitu pula yang terjadi pada fenomena kesedihan atas kematian Ratu Elizabeth II.

"Sangat penting untuk tidak pernah menilai diri sendiri sebagai benar atau salah dalam berduka," kata Noel dikutip dari Metro, Selasa (20/9).

"Banyak orang akan mengatakan bahwa mereka tidak berhak merasakan kehilangan atas kematian katakanlah seseorang yang dicintai pasangannya, tetapi kehilangan itu dirasakan karena kita telah kehilangan hubungan yang penting bagi kita," tambahnya.

Menurut Noel, salah satu aspek penting dalam berduka adalah berbagi pengalaman dengan orang lain soal mengapa pemakaman sangat terasa penting. Menurutnya wajar berduka atas kematian figur besar seperti sang Ratu, karena orang-orang memiliki empati yang boleh diungkapkan.

"Aspek yang paling penting dari berduka adalah berbagi pengalaman dengan orang lain dan itulah mengapa pemakaman sangat penting. Dengan figur publik pada umumnya dan dengan yang satu ini pada khususnya akan ada banyak kesempatan untuk mengekspresikan kehilangan Anda di acara-acara publik," jelasnya.

"Kita memiliki kapasitas yang mendalam dan sangat penting untuk berempati dan memproyeksikan secara emosional kepada orang-orang yang mungkin belum pernah kita temui, jadi dapat dimengerti dan sangat manusiawi untuk merasa kehilangan atas kematian seorang tokoh nasional," pungkasnya.



Simak Video "Sikap Meghan Markle dan Kate Middleton Disorot Ahli Bahasa Tubuh"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT