ADVERTISEMENT

Selasa, 20 Sep 2022 21:02 WIB

Kronologi Viral Balita Kena Penyakit Langka Kawasaki Tak Ditanggung BPJS

Alethea Pricila - detikHealth
Viral curhat ibu soal kondisi anak yang mengidap penyakit langka kawasaki, tak bisa dicover BPJS. Foto: Tangkapan layar: SS Viral (atas izin yang bersangkutan)
Jakarta -

Viral balita perempuan asal Tangerang Selatan idap penyakit kawasaki. Melalui unggahan video Tiktok @Ibuyumna penyakit ini disebut penyakit langka dengan gejala awal demam.

"VT ini bertujuan untuk sharing, khususnya untuk para orang tua kalo penyakit ini memang ada dan kita harus berhati," tulisnya dalam unggahan video Tiktok.

Kepada detikcom, Elsa, ibu dari balita perempuan tersebut menyebut awalnya anaknya dinyatakan positif tifus setelah dilakukan pengecekan darah.

"Kamis pagi badannya panas lagi dan kondisi anaknya sudah lemas. Saya bawa ke dokter anak, dokter minta cek darah dan hasilnya leukosit tinggi, serta tubex 4 diinfokan jika anak saya positif tifus dan diminta langsung dirawat," ucap Elsa ibu balita kepada detikcom, Selasa (20/9/2022).

Gejala Awal

Elsa juga menyebut adanya perubahan fisik yang dialami anaknya saat dinyatakan mengidap penyakit kawasaki seperti bibir memerah dan ruam.

"Kondisi perubahan fisik lain selain bibir memerah karena pecah pecah kemudian berdarah, menghitam karena darah kering dari bibir yang pecah-pecah tersebut, mata memerah, dan ruam merah di badan, serta panas," ceritanya.

Gejala tersebut membuat Yumna harus dilakukan cek laboratorium tambahan hingga rekam jantung karena saat itu menduga balita tersebut terkena penyakit Kawasaki. Dokter kemudian menyarankan untuk melakukan rujukan ke rumah sakit lain yang menyediakan dokter spesialis jantung anak.

"Setelah hasil keluar, langsung dirujuk ke RS tersebut dan dilakukan perawatan intensif. Esoknya di hari Sabtu pagi 10 September, langsung ditangani dokter jantung anak di USG dan Echo Jantung, hasilnya positif Kawasaki Disease," jelasnya.

Butuh Obat dari Eropa Atau China

Elsa mengaku dokter memberikan penawaran obat yang berasal dari Eropa atau China dengan harga lebih dari 40 juta rupiah. Ia menjelaskan obat bisa diberikan jika sudah melakukan pembayaran uang muka sebesar 80 persen. Setelah mendapat 14 vial obat China tersebut, kondisi anak kian membaik.

"Dokter memberikan penawaran obat yang diberikan. Tersedia obat buatan eropa dengan harga kurang lebih 60 juta, atau obat buatan cina dengan harga kurang lebih 42 juta," ujarnya.

Selama masa penyembuhan, Yumna disarankan untuk banyak mengonsumsi buah dan makanan berserat. Balita itu juga harus mengurangi aktivitas bermain di luar rumah dan memperbanyak waktu istirahat.

Tidak Tercover BPJS

Melalui video yang diunggahnya disebut penyakit ini tidak tercover BPJS. Saat dimintai konfirmasi lebih lanjut, Elsa membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pihak rumah sakit menjelaskan hal ini terjadi karena penyakit kawasaki termasuk penyakit langka.

"Kami sempat bertanya, namun tidak ada alasan spesifik dari pihak RS dan dokter karena penyakit ini masuk kategori penyakit langka," ucap Elsa.

"Untuk obat utama yang 14 Vial tersebut tidak bisa dibayar dengan mencicil. Kami harus bayar DP langsung 80% dari harga keseluruhan obat," lanjutnya.



Simak Video "Dirut BPJS Pastikan Pengobatan Penyakit Kawasaki Ditanggung BPJS"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT