ADVERTISEMENT

Rabu, 21 Sep 2022 12:31 WIB

Pemain Titanic Kate Winslet Akui Hampir Mati Gegara Nekat Lakukan Ini

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
PARIS, FRANCE - JULY 04:  Kate Winslet attends the Giorgio Armani Prive Haute Couture Fall/Winter 2017-2018 show as part of Haute Couture Paris Fashion Week on July 4, 2017 in Paris, France.  (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images) Foto: Getty Images/Pascal Le Segretain
Jakarta -

Baru-baru ini artis Hollywood sekaligus pemain Titanic, Kate Winslet dilarikan ke rumah sakit usai mengalami kecelakaan di lokasi syuting film sekuel Avatar James Cameron. Ia diketahui sempat terpeleset dan jatuh sehingga mengharuskannya dibawa ke rumah sakit.

Tak hanya itu, pemeran Rose di film Titanic ini ternyata memiliki pengalaman syuting yang cukup berbahaya di film terbarunya. Bahkan, ia berpikir jika aksi dari syuting tersebut dapat membuatnya hampir meninggal dunia.

Ia diketahui harus menahan napas selama tujuh menit di dalam air yang tentunya memberikan dampak buruk bagi kondisinya. Kate Winslet mengaku, perannya itu membuatnya benar-benar merasa kesulitan.

"Ya Tuhan, sungguh luar biasa. Pikiran Anda benar-benar melayang. Anda tidak dapat memikirkan apapun, Anda tidak dapat membuat daftar di kepala Anda, Anda hanya melihat gelembung di bawah Anda," kata Kate Winslet dikutip dari Mirror, Rabu (21/9/2022).

"Kata-kata pertama saya [ketika saya muncul kembali] adalah, 'Apakah saya meninggal?' Ya, saya pikir saya sudah meninggal," sambungnya.

Menahan napas di dalam air memang tindakan yang sangat berbahaya. Pasalnya, menahan napas yang terlalu lama di dalam air sangat berisiko bagi tubuh. Lalu, berapa lama seseorang dapat menahan napas di dalam air?

Dikutip dari Medical News Today, rata-rata orang dapat menahan napas adalah selama 30-90 detik. Waktu tersebut dapat bertambah atau berkurang akibat sejumlah faktor, seperti kondisi medis yang mendasari, merokok, dan lainnya.

Seseorang dapat berlatih menahan napas untuk meningkatkan kapasitas paru-paru, dan ada panduan pelatihan membantu individu belajar menahan napas untuk waktu yang lebih lama. Pelatihan biasanya memakan waktu beberapa bulan.

Orang dapat menggunakan teknik pelatihan ini untuk pelatihan militer tingkat lanjut, menyelam, berenang, atau kegiatan rekreasi lainnya.

Dampak Menahan Napas Terlalu Lama

Seseorang yang menahan napas terlalu lama di dalam air dapat mengalami sejumlah risiko, salah satunya tenggelam. Ketika seseorang berada di bawah air dan menyerah pada respons alami tubuh mereka untuk bernapas, paru-paru akan terisi air, dan orang tersebut mungkin memerlukan perawatan darurat menyelamatkan nyawa untuk mencegah hasil yang fatal.

Pada tahun 2015, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC AS) melaporkan tentang tenggelam yang tidak disengaja dari perilaku menahan napas bawah air yang berbahaya.

Laporan tersebut mengemukakan bahwa dua pria dalam proses pelatihan untuk pengujian militer lanjutan telah tenggelam setelah pingsan di bawah air. Mereka pingsan karena berkurangnya tekanan dari oksigen dalam darah mereka.

Selain tenggelam, beberapa faktor risiko ini pun juga bisa terjadi. Berdasarkan Journal of Applied Physiology, berikut informasinya.

  • Peningkatan tekanan darah
  • Peningkatan risiko kerusakan otak
  • Kehilangan koordinasi
  • Denyut jantung berkurang
  • Peningkatan kadar gula darah


Simak Video "23 Juta Penyintas Covid-19 di Amerika Serikat Alami Long Covid"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT