ADVERTISEMENT

Rabu, 21 Sep 2022 16:30 WIB

Bayi Warga Baduy Meninggal Sejam Pasca Lahir, Penyebabnya Masih Misterius

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Warga Suku Baduy Dalam berjalan kaki ke Rangkasbitung untuk mengikuti ritual tradisi Seba Baduy di Cimarga, Lebak, Banten, Jumat (6/5/2022). Seba Baduy merupakan tradisi tahunan Suku Baduy untuk bertemu sejumlah kepala daerah di Banten guna menyampaikan aspirasi serta rasa syukur atas hasil panen berlimpah yang akan digelar pada 6-7 Mei 2022. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/tom. Ilustrasi warga Baduy. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Jakarta -

Seorang bayi di Baduy meninggal satu jam pasca kelahiran. Tim medis Sahabat Relawan Indonesia (SRI) mengunjungi Ibu dari bayi tersebut untuk melakukan pengecekan kesehatan dan pengambilan sampel darah.

"Kami bersama tim medis akan melakukan pengambilan sampel darah dan pemeriksaan kesehatan ibu yang melahirkan itu," ucap Ketua Koordinator SRI Muhammad Arif Kirdiat di Lebak, dikutip dari Antara, Rabu (21/9/2022).

Kejadian nahas tersebut terjadi pada Minggu (11/9), tepatnya di Kampung Pamoean, Desa Kenakes, Kabupaten Lebak. Proses melahirkan tersebut ditangani oleh 'paraji' setempat. Ibu tersebut juga dilaporkan belum bisa buang air besar (BAB) pasca melahirkan.

Tim medis SRI dipimpin oleh dr Sari Lestari SpOG pada hari ini membawa obat-obatan, melakukan pengecekan kesehatan, sekaligus pengambilan darah pada ibu tersebut.

Selain itu akan dilakukan juga pengecekan rekam medis dan pengecekan imunisasi. Kabarnya, kejadian ini sudah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI.

"Kami sudah melaporkan kejadian ibu melahirkan itu ke group Kemenkes," sebut Arif.

Sebelumnya, terjadi kasus enam orang warga Baduy yang meninggal dengan gejala panas dan batuk dalam waktu sebulan. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu mengungkap kemungkinan di balik enam warga Baduy meninggal 'misterius' tersebut diakibatkan campak dan rubella, diikuti komplikasi pneumonia di saluran pernapasan.

"Dari data-data yang ada kami juga belum ada kepastian diagnosanya dan lihat dari gejala-gejalanya itu panas batuk sesak ada bintik-bintik merah apalagi banyak kena pada balita," sebut Maxi, Jumat (16/9/2022).

"Ini kecurigaan pertama kami adalah kemungkinan besar terkena campak dan rubella kemudian ada komplikasi ke pneumoni, jadi itu pada saluran pernapasan. Memang kalau orang dengan campak rubella pneumonia kurang lebih itu, kadang-kadang ada diare," sambungnya.

Meski begitu, pemerintah belum mengkonfirmasi penyebab pasti lantaran masih diperlukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut. Pasalnya, ia mengaku Dinas Kesehatan Lebak sempat kesulitan untuk melakukan akses pemeriksaan kepada sejumlah warga Baduy.



Simak Video "Kemenkes Pantau Warga Baduy yang Diduga Terjangkit TBC dan Campak"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT