ADVERTISEMENT

Kamis, 22 Sep 2022 05:30 WIB

Kenali Gejala Hernia Inguinalis pada Bayi, Baby Leslar Sampai Harus Operasi

Fadilla Namira - detikHealth
Potret Ganteng Al Fatih Anak Lesti dan Billar Baby Leslar (Foto: Instagram: @lestykejora)
Jakarta -

Hernia inguinalis adalah kondisi abnormal suatu organ sehingga menimbulkan benjolan. Penyakit ini mulai menyeruak ketika belakangan terdengar kabar Baby Leslar, anak dari Lesti Kejora dan Rizky Billar, yang baru berumur delapan bulan menjalani operasi hernia. Untuk itu, masyarakat perlu mengenali gejala hernia inguinalis pada bayi sebagai langkah pencegahan.

Dikutip dari Healty Children, kasus hernia inguinalis kerap terjadi pada bayi laki-laki dengan kelahiran prematur. Pada bayi prematur, kemungkinan risiko ia terkena penyakit ini meningkat secara substansial hingga 30 persen.

Hernia inguinalis dimulai ketika testis pertama kali terbentuk di perut bayi laki-laki yang sedang berkembang dalam rahim. Secara bertahap, testis tersebut akan berjalan menyusuri saluran yang terhubung ke dalam skrotum (kantong pelir). Dalam situasi tertentu, saluran tersebut tidak tertutup dengan sempurna dan meninggalkan bekas lubang dari perut ke kanalis inguinalis.

Ketika hal ini terjadi, organ-organ di dalam tubuh, seperti usus, jaringan ikat, dan cairan dapat terperangkap di selangkangan sehingga menimbulkan benjolan. Jika tidak segera dioperasi, penyakit ini bisa memicu komplikasi serius pada bayi. Lantas, bagaimana orang tua tahu gejala hernia inguinalis pada bayi?

Gejala Hernia Inguinalis pada Bayi

1. Gejala Utama

Gejala utama hernia inguinalis pada bayi adalah benjolan yang dapat dilihat pada bawah kulit selangkangan atau skrotum. Benjolan ini dapat membesar setelah anak menangis atau mengejan.

Di sisi lain, kondisi tersebut bisa mengecil atau hilang seketika saat anak dalam situasi santai atau tertidur. Jadi, para orang tua harus jeli dan berwaspada melihat kondisi kesehatan anak.

2. Gejala Penyerta

Benjolan yang dihasilkan hernia inguinalis bisa menyebabkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada bayi. Akibatnya, bayi akan kehilangan selera makannya dan sulit untuk menerima asupan yang diberikan oleh orang tua.

Selain itu, skrotum mereka akan membengkak karena organ atau jaringan dalam tubuh tersumbat pada kanalis inguinalis. Hal ini akan memicu tekanan berlebih dan mememar di selangkangan mereka.

Gejala ini dapat meradang hingga menimbulkan kondisi berikut:

  • Nyeri parah.
  • Kemerahan dan memar di sekitar lokasi tonjolan.
  • Demam.
  • Mual dan muntah.
  • Kotoran berdarah (tinja).

Jangan pernah mengabaikan gejala hernia inguinalis pada bayi karena lambat laun hal tersebut bisa meningkatkan risiko yang fatal. Segeralah datang ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan medis yang tepat.



Simak Video "TOP 5: Kondisi Tukul Membaik, Kandungan Mikroplastik Dalam Galon"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT